 |
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Pengumuman CAMaT Lolos Seleksi Tahapan Pembekalan KHKT 2010 : Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT
|


 Semarang - KeSEMaTBLOG. Setelah melalui tahapan Pembekalan untuk menentukan para Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) Angkatan X, maka Panitia KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2010 : Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT telah menetapkan para CAMaT yang lolos seleksi dan berhak mengikuti tahapan-tahapan KHKT 2010 selanjutnya, adalah sebagai berikut di bawah ini. Demikian pengumuman ini dibuat, untuk dijadikan perhatian. KeSEMaT mengucapkan SELAMAT kepada para CAMaT yang diterima. Mengingat terbatasnya posisi jabatan yang terdapat di sembilan departemen KeSEMaT, maka bagi pelamar yang belum diterima, KeSEMaT mengharapkan Anda tidak berkecil hati dan apabila masih berkenan, Anda bisa melamar menjadi KeSEMaTER pada KHKT 2011, tahun depan. Semangat MANGROVER! 1. Arum Wahyuning Prita - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 2. Cahyadi Adhe Kurniawan - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 3. Dede Syukur - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 4. Dedi Edwin Satriaji - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2008 5. Fahd Abdul Jalil A. M. - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 6. Fera Nur Idawasi S. - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 7. Fuad Ashari - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 8. Guntur Diantoro - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 9. Niharul Annas - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2008 10. Nur Hikmah - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2008 11. Rina Setyowati Sulistyoningrum - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009 12. Tangguh Gilang Pradhana Wijanarko - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2008 13. Yuniar Andri Sulistyanto - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2008 14. Yunika Ayu Setya Wardhani - Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2009
Keterangan 1. Para CAMaT terpilih, diwajibkan untuk mengikuti Tahapan Diklat Mangrove (DIKROVE) I CAMaT Angkatan X KHKT 2010, yang akan dilaksanakan pada Hari Senin, Selasa dan Rabu, 1 – 3 Pebruari 2010 mulai pukul 15.30 WIB – 20.00 WIB di Kantor KeSEMaT Semarang. 2. Para CAMaT terpilih, diwajibkan datang tepat waktu dan berpakaian rapi dengan berkemeja ketika mengikuti DIKROVE I. 3. Setiap CAMaT terpilih, diwajibkan membayar biaya DIKROVE I sebesar Rp. 10.000,- yang dibayarkan pada saat sebelum DIKROVE I dimulai. 4. Bagi para CAMaT yang tidak mengikuti tahapan Pembekalan CAMaT Angkatan X KHKT 2010, DINYATAKAN GUGUR dan tidak bisa mengikuti tahapan KHKT 2010, berikutnya. 5. Demikian, pengumuman ini dibuat untuk dijadikan perhatian. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
 
|
|
| January 29, 2010 | 11:01 AM |
|
|
 |
Tongkat Gila Untuk Mangrove
|


 Semarang – KeSEMaTBLOG. Di sela-sela tahapan pembekalan KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2010: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT, ada sebuah cerita menarik yang ingin kami bagikan kepada para peminat Jaringan KeSEMaTONLINE, yaitu mengenai permainan yang kami sebut sebagai “Tongkat Gila” (TG). TG kami adakan sesaat setelah penyampaian materi pengelolaan manajemen KeSEMaT yang bertujuan untuk mengukur tingkat solidaritas, kekompakan dan rasa kebersamaan yang dimiliki oleh para CAMaT Angkatan X. Permainan unik ini, caranya mudah sekali. Para CAMaT yang berjumlah tujuh belas orang, diminta oleh KeSEMaTER untuk masing-masing berdiri berhadapan dan memegang sebuah tongkat panjang dari ranting kering yang disambung sedemikian rupa sehingga memiliki panjang tidak kurang dari tiga meter. Masing-masing dari mereka diharuskan memegang ranting kering tersebut dengan cara menyentuhkan kedua ujung jarinya ke ranting tersebut sembari menahannya agar tidak jatuh ke lantai (lihat foto di atas).
Setelah semua ujung jari para CAMaT berhasil memegang ranting kering tersebut secara stabil, maka misi mereka berikutnya adalah bagaimana caranya agar sang Ranting tersebut bisa diletakkan ke lantai dengan perlahan-lahan atas usaha ketujuh belas CAMaT, secara bersama-sama. Dan, tahukah Anda bagaimana hasilnya? Setelah, mereka mencobanya hingga puluhan kali, tak satupun keberhasilan diraih! Entah ada apa dengan ranting kering kecil ini, setiap kali para CAMaT mencoba untuk menurunkannya ke lantai, saat itu pula si TG selalu naik ke atas dan ke atas hingag tak bisa diraih lagi oleh jari-jari para CAMaT.
Tak berhasil meletakkan TG dengan bertujuh belas orang, membuat sebagian CAMaT bereksperimen untuk mulai mengurangi jumlah mereka mulai dari berdua, berempat, berenam dan berdelapan. Dan, setelah jumlah mereka terkurangi, ajaib sekali, ranting tiga meter ini, bisa dengan sangat mudah diletakkan ke lantai.
Dari “peristiwa” ini, ada banyak pelajaran yang bisa diambil, diantaranya mengenai betapa pentingnya sebuah kebersamaan dan kepala dingin dalam menetapkan sebuah keputusan di dalam sebuah berorganisasi. Organisasi yang notabene adalah sekumpulan orang, pastilah memiliki memiliki tujuan yang sama walaupun egoisme pribadi masing-masing kumpulannya berbeda. Selanjutnya, dalam pengonsepan sebuah program, kualitas kiranya jauh lebih berharga daripada kuantitas yang bisa berakibat pada goyahnya pemikiran dan tak kuatnya konsep yang didapatkan.
Untuk KeSEMaT sendiri, permainan TG ini sejatinya dilakukan sebagai salah satu usahanya dalam mendidik para calon anggotanya, yang pada nantinya akan diterjunkan secara langsung ke lapangan untuk mendampingi masyarakat pesisir dalam upayanya merehabilitasi kawasan pesisir mereka. Sikap mental yang kuat, cepat bertindak, yang menjunjung tinggi rasa solidaritas dan gerakan moral belaka adalah beberapa nilai yang dicoba mulai ditanamkan semenjak dini. Semangat MANGROVER!
 
|
|
| January 28, 2010 | 8:01 AM |
|
|
 |
Hasil Kunjungan Kerja KeSEMaT ke Bandar Bakau Dumai, Riau
|


 Dumai – KeSEMaTBLOG. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 24 Januari 2010, salah seorang KeSEMaTER, yaitu Sdr. Faradhian Fahmi (IKAMaT), sempat melakukan kunjungan kerja ke Dumai, Kepulauan Riau. Selain kapasitasnya sebagai salah satu Koordinator Wilayah Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO), kunjungan Sdr. Fahmi ke Dumai ini, adalah juga dalam rangka kunjungan dan studi banding ke hutan mangrove di sebuah wilayah di Dumai. Berikut ini adalah laporan pandangan mata salah seorang Alumni KeSEMaT, tersebut. Selamat menikmati. Pada tanggal 24 Januari 2010 yang lalu, kami ditemani oleh Rekan-rekan kami dari Belukap Mangrove Club (BMC), yaitu sebuah organisasi pecinta mangrove Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Riau (UNRI), yang diwakili oleh Sdr. Fahriansyah, Sdri. Nova Fitri S., dan Sdri. Neneng Purwanti, berangkat menuju ke Kelurahan Pangkalan, Dumai. Perjalanan dari Pekanbaru menuju Dumai memakan waktu kurang lebih 5 jam. Sesampainya di Dumai, kami langsung disambut oleh Sdr. Syahrial (Ketua BMC) dan Rekan-rekan dari LSM Pecinta Alam Bahari (PAB) yang diwakili oleh Bapak Darwis Mohd. Saleh (Ketua PAB), Bapak Daniel dan Bapak Fendi, yang masing-masing adalah sekretaris dan koordinator budidaya.
Kami segera diajak berkeliling hutan mangrove Bandar Bakau yang merupakan pusat informasi mangrove di Dumai. Konsep pengelolaan mangrove di sini, lebih cenderung diarahkan kepada konsep Mangrove Education Center seperti MECOK di Teluk Awur Jepara. Sungguh menakjubkan, dengan dana swadaya, para penggiat PAB berhasil membangun gubuk-gubuk dan tempat duduk di beberapa tempat di dalam hutan mangrove.
Selanjutnya, mereka juga mencoba bereksperimen untuk membibitkan berbagai spesies mangrove yang memang agak susah dibibitkan, contohnya Sonneratia sp, Nypa fruticans, Lumnitzera sp, dan lain-lain. Tak hanya itu, mereka juga sudah melakukan registrasi atau pencatatan pada setiap penanaman, sehingga setiap pohon masing-masing memiliki data siapa yang menanamnya. Pencatatan ini, dimulai sejak tahun 1997 dengan pencatatan secara manual. Namun, mulai tahun 2007, registrasi sudah mempergunakan komputer. Selain melakukan pengelolaan dan pembibitan, PAB juga melakukan budidaya Kerang Simping (Lokan) hasil kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, setempat.
Sebagai informasi, ada “oleh-oleh” menarik dari Dumai, dimana ujung akar Rhizophora apiculata, digunakan untuk mengobati bisa gigitan ular. Caranya adalah dengan mengunyah ujung akarnya, lalu diusapkan di tempat luka, bekas gigitan ular. Zat yang terkandung di dalam akar Rhizophora, dipercaya berfungsi untuk mengeluarkan dan atau menyerap bisa ular. Semangat MANGROVER!
 
|
|
| January 28, 2010 | 3:01 AM |
|
|
 |
Berita Hari Pertama Pembekalan KHKT 2010: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT
|


 Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 27 - 28 Januari 2010, mulai pukul 15.30 WIB – 06.00 WIB, Panitia KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2010: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT telah mengadakan Pembekalan KHKT 2010 di Kantor KeSEMaT Semarang. Pembekalan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dalam berorganisasi di KeSEMaT kepada Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) Angkatan X. Dalam Pembekalan, disampaikan berbagai materi dari Organisasi dan Kepemimpinan, Loyalitas dan Motivasi dan Speaking and Creativity. Kemudian acara dilanjutkan dengan simulasi presentasi dan audiensi proposal kegiatan oleh CAMaT. Acara ditutup dengan permainan Tongkat Gila yang langsung dipandu oleh Sdr. Sapto Pamungkas (IKAMaT) untuk mengetahui kekompakan para CAMaT. Selanjutnya CAMaT beristirahat untuk menikmati suasana malam pertama di Kantor KeSEMaT. Acara dimulai kembali di pagi harinya pukul 04.30 WIB untuk beribadah dan dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan Kantor KeSEMaT dengan cara jalan-jalan mengelilingi komplek Kantor KeSEMaT yang nantinya akan menjadi tempat kerja mereka. Pembekalan hari kedua akan dimulai pukul 15.30 WIB di Kantor KeSEMaT dengan Materi yang disampaikan tentang BPK, BKK, UUD, UUDK dan Profil KeSEMaT.

|
|
| January 28, 2010 | 3:01 AM |
|
|
 |
KeSEMaT Bertemu dengan LSM Pecinta Alam Bahari dan Belukap Mangrove Club, Riau
|


 Dumai – KeSEMaTONLINE. Foto di samping ini adalah foto kenang-kenangan kami, pada saat melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Pusat Informasi Mangrove Bandar Bakau, Dumai. Foto ini kami abadikan pada saat berada di hutan mangrove Bandar Bakau bersama dengan kedua rekan kami dari dua organisasi yang berbeda, yaitu dari LSM Pecinta Alam Bahari (PAB) dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Belukap Mangrove Club (BMC), milik Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Riau (UNRI). Sebagai informasi, di Bandar Bakau - Dumai, daerah mangrovenya didominasi oleh jenis Xylocarpus granatum atau dalam istilah lokalnya lebih dikenal sebagai Nyirih. Dalam pengelolaan daerah ini, baru Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) saja yang berperan. Sementara itu, pihak lainnya termasuk pemerintah daerah setempat, kiranya belum banyak memberikan arahannya.
Spesies mangrove di Bandar Bakau sangat bervariasi, yang terdiri dari 9 komponen utama dan 23 jenis asosiasi mangrove. Mereka juga terus berupaya untuk mendatangkan benih mangrove dari semua jenis yang ada di Nusantara. Fauna mangrove yang ada di sini juga unik, karena terdapat Macaca, yang merupakan monyet-coklat yang hidup di daerah mangrove. Bandar Bakau seluas 8,5 hektar ini, dikelola oleh PAB yang dibantu oleh BMC selaku koordinator ekowisata. PAB menceritakan mengenai keinginannya untuk bisa mengelola tujuh buah pulau yang ada di sekitarnya yang memiliki potensi mangrove yang baik. Jarak ketujuh pulau tersebut tidaklah jauh, karena bisa dilihat dari Bandar Bakau, layaknya pantai Kartini dengan Pulau Panjang, di Jepara.
Selanjutnya, mereka juga berbagi cerita kepada kami bahwa PAB melakukan monitoring mangrove secara kontinyu setiap 3 bulan sekali. Menurut mereka, sekali melakukan monitoring ke tujuh pulau tersebut, maka mereka harus rela mengucurkan dana pribadi sebesar 1 juta setiap 2 hari. Dari ketujuh pulau tersebut, hanya ada 1 pulau saja yang berpenghuni, yaitu Pulau Panjang. Sementara itu, enam pulau lainnya, yaitu Pulau Rampang, Mampu, Ketam, Atong, Baru dan Mentele, tidak berpenghuni. Menurut PAB, potensi mangrove yang masih bagus terletak di Pulau Mampu, Baru dan Ketam.
Sampai saat ini, mereka masih terus berjuang untuk mempertahankan hutan mangrove dari pembangunan pelabuhan Fase IV oleh PT. PELINDO, setelah sebelumnya mereka kalah dalam memperjuangkan hutan mangrove 20 ha yang telah diubah menjadi pelabuhan Fase III di tahun 1997 – 2006.
Pertemuan dengan ketiga sahabat kami ini, memberikan banyak informasi kepada kami, mengenai banyaknya hambatan, tantangan, tekanan dan kendala akan program-program rehabilitasi mangrove di Dumai. Semoga saja, ke depan, berbagai pihak yang masih memandang sebelah mata akan pentingnya manfaat mangrove bagi kehidupan manusia, bisa semakin menipis sehingga kehidupan mangrove di masa menadatang akan berjalan secara lebih baik dan cerah. Salam MANGROVER!
 
|
|
| January 28, 2010 | 3:01 AM |
|
Latest Posts
Monthly Archive
Change Language
Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove
Filter By Type
Friends
Links
169580 views
|
 |