TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
« previous 5


Mangrove Ujung Piring Jepara, kembali menangis!

Lihatlah foto di samping ini. Setelah kami sempat berduka cita karena pembabatan Pemphis acidula secara serampangan, kini kami kembali mengelus dada karena Rhizophora apiculata juga ditebang. Akar dan batangnya yang seharusnya menjulang tinggi hingga 10 meter, harus terpaksa “buntung” akibat ulah oknum masyarakat Ujung Piring Jepara yang tak tahu fungsi dan manfaat mangrove. Fakta ini kami temukan pada saat berkunjung ke rumah sahabat kami bernama mangrove, beberapa hari yang lalu.

Tujuan awal kami, selain ingin lebih mengenal mereka secara lebih mendalam lagi, adalah juga untuk mengumpulkan bayi-bayi kecil mereka, untuk kemudian kami tanam di Teluk Awur Jepara, pada saat acara tahunan kami Mangrove Cultivation: Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove. Pada saat mencari dan mengumpulkan bayi-bayi inilah, kami menemukan sesuatu yang sangat mencengangkan.

Memang, apabila dilihat dari depan, vegetasi mangrove Ujung Piring sangatlah lebat. Rimbunnya pepohonan R. apiculata, pada awalnya sempat mengecoh kami akan keberhasilan regenerasi jenis ini di hutan mangrove yang terletak di pinggiran Kota Jepara. Namun, ternyata pemandangan itu hanyalah semu belaka. Apa pasal? Karena begitu kami merengsek ke dalam, semua yang lebat itu hilang seketika, berganti dengan sebuah pemandangan yang sangat mengenaskan.

Kami tak bisa berucap, sempat melongo bahkan speechless, pada saat melihat pemandangan mengerikan itu. Kalau Anda mencermati di belakang KeSEMaTERS, puluhan mangrove ditebangi, dirusak dan hanya disisakan beberapa buah saja, di bagian tepinya. Selebihnya, kami melihat potongan-potongan kayu mangrove ditumpuk di sekitar tambak yang banyak ditemukan di sekitar lokasi.

Hipotesa kami, alasan ekonomilah yang menjadi penyebab rusaknya hutan mangrove di Ujung Piring Jepara. Setelah P. acidula dibabat dan R. apiculata ditebang. Sekarang kita tunggu saja, oknum itu mau “membunuh” apa lagi? Semoga saja, dengan informasi ini, PEMKAB Jepara lebih peka lagi dalam menindaklanjuti fenomena penebangan ini. Mari lebih peduli dengan mangrove kita. Jangan biarkan Mangrove Ujung Piring Jepara, kembali menangis!

February 27, 2008 | 11:02 AM Comments  0 comments



KeSEMaThursday: ilmu mangrove berkualitas nan murah meriah

Untuk mendapatkan ilmu mangrove yang berkualitas, Anda tak perlu repot-repot mengikuti Seminar Nasional yang katanya bergengsi dan berkualitas, itu. Demi mencari pengetahuan mangrove yang bermutu, Anda juga tak perlu membayar dengan harga yang mahal. Untuk mengetahui bagaimana tata cara penanaman dan pembibitan mangrove yang benar, Anda tinggal datang saja di sebuah event kecil nan bersahaja bernama KeSEMaThursday. Sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang (2008), KeSEMaT selalu mengadakan KeSEMaThursday mulai pukul 16.30 WIB - 18.00 WIB, di Kantornya Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang Jawa Tengah.

Berbagai topik mengenai mangrove telah dibahas, diantaranya tentang pengenalan spesies mangrove, makrobentos mangrove, plankton, diatom, struktur komunitas mangrove, gugur serasah, teknik penanaman, teknik pembibitan, dan lain-lain. Empat edisi terakhir KeSEMaThursday, selama bulan Januari - Februari 2008 ini, telah membahas tentang makrobentos mangrove, penggunaan SIG untuk mendata populasi mangrove, pengenalan spesies mangrove dan pembibitan mangrove.

Siapa pembicaranya? Adalah para KeSEMaTERS, yang telah melakukan penelitian dibidangnya masing-masing. Pun, materi yang dibawakan, tak hanya dalam urusan riset saja, melainkan juga berbagai hal tentang kebijakan mangrove yang telah mereka dapatkan selama bekerja di KeSEMaT. Lalu, siapa pesertanya? Tak lain dan tak bukan adalah masyarakat umum yang bersedia dan tertarik mengikuti seminar kecil bertema mangrove ini. Semuanya gratis dan tak ada syarat tertentu. Siapapun Anda dan dengan latar belakang apapun, bisa datang dan bergabung dengan para KeSEMaTERS di KeSEMaThursday?

Selanjutnya, KeSEMaThursday dikonsep sebagai seminar kecil yang mendatangkan satu dan atau beberapa pemateri yang dipandu oleh seorang moderator. Masing-masing pemateri diberikan waktu presentasi sekitar sepuluh sampai dengan lima belas menit untuk kemudian memasuki sesi diskusi yang masing-masing terbagi menjadi dua sampai tiga termin. Masing-masing termin, terbagi menjadi dua sampai tiga pertanyaan. Apabila Anda kurang jelas mengenai satu tema tertentu, Anda tinggal bertanya kepada pemateri. KeSEMaThursday juga akan membagikan beberapa buah ringkasan materi yang bisa Anda bawa pulang.

Memang, tak diperlukan banyak rupiah untuk mendapatkan ilmu mangrove yang berkualitas. Dengan “harga” yang murah meriah, Anda bisa mendapatkan semuanya di KeSEMaThursday. Asalkan Anda memiliki minat dan keinginan yang kuat untuk mengetahui mangrove secara lebih mendalam, kami persilahkan Anda untuk datang ke Kantor KeSEMaT setiap Kamis sore. Kami tunggu, ya.

February 27, 2008 | 11:02 AM Comments  0 comments



Ternyata, petani tambak tak suka Rhizophora

Ada satu hal menarik yang “tersembunyi” di balik sikap “baik-baik saja-nya” para petani tambak di Demak Jawa Tengah terhadap mangrove. Ternyata, petambak di Demak, khususnya di daerah Menco dan Surodadi, ada yang tidak suka dengan Rhizophora. Curahan hati ini disampaikan kepada KeSEMaT, saat kami melakukan kunjungan kerja ke sana, beberapa waktu yang lalu. Walaupun pada dasarnya mereka telah mengetahui akan arti penting mangrove bagi kehidupan mereka, namun keberadaan Rhizophora (mereka menyebutnya dengan Bongko) yang mulai banyak tumbuh mengelilingi tambak mereka, ternyata agak merepotkan.

Apa pasal? Karena, akar-akar Rhizophora yang bak cakar ayam itu, “telah berhasil” menghujami tanggul-tanggul tambak mereka hingga jebol. Ini menyulitkan! Karena mereka harus rajin-rajin menutup lubang tambak itu, untuk mencegah keluarnya air, sewaktu-waktu.

Para petambak, lebih suka “memelihara” mangrove jenis lainnya, yaitu Avicennia spp. Akar Avicennia yang berbentuk pensil dan cenderung lebih rapat, dinilai lebih menguntungkan karena bisa membuat pematang tambak mereka menjadi padat dan tak berlubang sehingga air tak merembes keluar dari tambak.

Namun demikian, di sisi lain, mereka tak mempunyai keberanian untuk menebangi Bongko tersebut. Mengapa demikian? Karena ada larangan dari teman-teman kelompok taninya. Pun, kesepakatan bersama untuk tak menebang Rhizophora telah ditetapkan, atas anjuran Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) setempat. Ada sebuah kompensasi dari PEMKAB, yaitu apabila mereka berhasil memelihara Bongko-nya, maka pemerintah akan mengganjarnya dengan imbalan rupiah. Hasil dari kompensasi ini ternyata berbuah manis. Sebuah penghargaan tingkat nasional untuk Intensifikasi Tambak (INTAM), telah diraih oleh Kelompok Tani Mangrove Desa Surodadi Demak, ini.

Lihatlah foto di atas. Itulah pohon mangrove bernama Bongko yang berjajar hampir di seluruh bagian tanggul tambak di Demak. Walaupun agak tak disukai oleh beberapa petambak di sana, namun semoga saja mereka bisa berpikir bijak bahwa jebolnya tambak mereka belumlah seberapa apabila dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, apabila tambak mereka tak dikelilingi oleh mangrove. Semoga saja.

February 26, 2008 | 9:02 AM Comments  0 comments



Pendaftaran Mangrove Cultivation 2008 telah dibuka

KeSEMaT akan kembali mengadakan acara tahunannya Mangrove Cultivation (MC) 2008: Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove pada tanggal 14 – 16 Maret 2008. Tujuan kegiatan ini selain untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dan mahasiswa tentang metode pembibitan mangrove yang benar juga bertujuan untuk menyelamatkan pesisir pantai Teluk Awur Jepara dari abrasi. Selain itu, MC 2008 juga berguna untuk mendidik masyarakat dan mahasiswa akan arti penting ekosistem mangrove bagi kehidupan mereka.

MC 2008 akan diwarnai dengan berbagai kegiatan seperti seminar bertema Global Warming, susur pantai, pengenalan spesies mangrove, fun games, api unggun, ramah-tamah, pembibitan mangrove di Arboretum KeSEMaT, nonton bareng film mangrove, sunset photo session, bersih pantai dan masih banyak lagi.

Peserta terbatas, dan akan mendapatkan fasilitas berupa transport Semarang-Jepara pulang pergi, penginapan, makan-minum, snack, T-Shirt, stiker, seminar kit, sertifikat dan door prize.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti kegitan ini, pendaftaran dibuka mulai tanggal 8 Februari sampai dengan 8 Maret 2008. Harga tiket Rp. 70.000,-. Formulir pendaftaran bisa didapatkan di Kantor KeSEMaT Semarang dan Kampus Ilmu Kelautan UNDIP Semarang.

Bagi yang berada di luar Semarang, Anda bisa mendaftarkan diri melalui email KeSEMaT di kesemat@yahoo.com dengan subject: registrasi MC 2008, yang disertai dengan formulir pendaftaran yang bisa didownload di sini.

Bagi yang kurang jelas, silahkan menghubungi langsung Saudara Sunanto Kusuma P. +628564 1377 533. Mari bersama selamatkan mangrove kita. Sekarang!

February 6, 2008 | 12:02 PM Comments  0 comments



Secuil Sonneratia dari Kitamura

Ada permintaan dari Saudara A’yun, agar KeSEMaT membahas mengenai salah satu jenis spesies mangrove bernama Sonneratia. Apakah dia, darimana asalnya, apa ciri-cirinya, dan deskripsi lainnya. Kalau ingin tahu secara umum bentuk Sonneratia, cobalah Anda bayangkan sebuah pohon besar yang memiliki akar-akar berbentuk serupa pensil, yang banyak sekali mencuat ke atas. Akarnya beradaptasi keluar dari tanah untuk bernafas mengambil udara. Hal ini terjadi, karena kondisi tanah mangrove yang anoksik (baca: beracun).

Di Indonesia, Sonneratia disebut dengan berbagai macam nama daerah seperti Prapat, Pedada, Bogem, Mange-mange dan nama daerah lainnya. Di area kerja KeSEMaT sendiri yaitu sepanjang pantai Utara Jawa, mangrove ini lebih dikenal dengan nama Bogem.

Terdapat tiga jenis Sonneratia yaitu Sonneratia alba, S. caseolaris dan S. ovata. Namun, karena yang terakhir disebut jarang dijumpai terutama di area kerja kami, maka pembahasan akan kami fokuskan untuk dua spesies terakhir. Menurut Kitamura (1997), deskripsinya adalah sebagai berikut:

Sonneratia alba
A. Umum
1. Komponen: termasuk komponen utama/mangrove mayor
2. Bentuk: pohon/perdu. Tinggi mencapai 16 m
3. Akar: akar nafas, berbentuk kerucut
4. Daun: susunan tunggal, bersilangan; bentuk oblong sampai bulat telur sungsang; ujung membundar sampai berlekuk; ukuran panjang 5 – 10 cm
5. Tipe biji: biji normal
6. Lainnya: bagian atas dan bawah permukaan daun hampir sama
7. Kulit kayu: halus, retak/celah searah longitudinal, warna kulit krem sampai coklat
8. Ciri khusus: tangkai daun pada bunga dewasa berwarna kuning, helai kelopak menyebar atau sedikit melengkung ke arah buah (pada S. ovata helai kelopak tegak pada buah)
9. Fenologi: berbunga sepanjang tahun (antara 3 – 4 bulan); berbuah pada bulan Mei – Juni dan Oktober – November; pembuahan sampai masak memakan waktu 2 – 3 bulan
10. Spesies yang mirip: S. caseolaris, S. ovata
11. Habitat: tumbuh di lumpur berpasir di muara sungai, sering ditemukan di daerah tepian yang menjorok ke laut, daerah dengan salinitas relatif tinggi

B. Bunga
1. Rangkaian: 1 sampai beberapa bunga bersusun, di ujung atau cabang/dahan pohon
2. Mahkota: putih
3. Kelopak: 6 – 8 helai, merah dan hijau
4. Benang sari: banyak, putih
5. Ukuran: diameter 5 – 8 cm
6. Lainnya: bunga sehari (ephemeral), terbuka menjelang malam hari dan berlangsung sepanjang malam, mengandung banyak madu pada pembuluh kelopak

C. Buah
1. Ukuran: diameter 3,5 – 4,5 cm
2. Warna: hijau
3. Permukaan: halus
4. Lainnya: kelopak berbentuk cawan, menutupi dasar buah, helai kelopak menyebar atau melengkung, berisi 150 – 200 biji dalam buah

Sonneratia caseolaris

A. Umum
1. Komponen: termasuk komponen utama/mangrove mayor
2. Bentuk: pohon, tinggi mencapai 16 m
3. Akar: akar nafas, berbentuk kerucut, tinggi dapat mencapai 1 m
4. Daun: susunan tunggal, bersilangan; bentuk jorong sampai oblong; ujung membundar, dengan ujung membengkok tajam yang menonjol; ukuran panjang 4 – 8 cm
5. Tipe biji: biji normal
6. Lainnya: ranting menjuntai
7. Kulit kayu: halus
8. Ciri khusus: bunga dewasa memiliki tangkai daun pendek dengan dasar berwarna kemerah-merahan, benang sari berwarna merah dan putih, akar nafas yang berkembang dengan baik dapat mencapai tinggi lebih dari 1 m, lebih tinggi dibandingkan S. alba
9. Spesies yang mirip: S. alba, S. ovata
10. Habitat: tumbuh di tepi muara sungai terutama pada daerah salinitas rendah dengan campuran air tawar

B. Bunga
1. Rangkaian: 1 sampai beberapa bunga bersusun, di ujung
2. Mahkota: merah
3. Kelopak: 6 – 8 helai, hijau
4. Benang sari: tak terhitung, merah dan putih
5. Ukuran: diameter 8 – 10 cm
6. Lainnya: bunga sehari (ephemeral), terbuka menjelang malam hari dan berlangsung sepanjang malam, mengandung banyak madu pada pembuluh kelopak

C. Buah
1. Ukuran: diameter 6 – 8 cm
2. Warna: hijau kekuning-kuningan
3. Permukaan: mengkilap
4. Lainnya: kelopak datar, memanjang horisontal, tidak menutupi buah, helai kelopak menyebar, buah lebih besar dari S. alba, mengandung 800 – 1200 biji dalam buah, dapat dimakan

Demikian secuil informasi tentang Sonneratia. Semoga bisa bermanfaat bukan hanya untuk Saudara A'yun saja, tetapi juga berguna bagi kita semua. Amiin.

February 6, 2008 | 12:02 PM Comments  0 comments



« previous 5


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169539 views
Important Disclaimer