 |
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Berita Penyuluhan KeSEMaTER dan KeMANGTEER ke Warga Trimulyo Semarang
|


 Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 27 Februari 2010, KeSEMaTER dan KeMANGTEER telah melakukan penyuluhan mangrove ke warga Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang. Penyuluhan ini merupakan tahapan selanjutnya dari program konservasi mangrove KeSEMaT, bertajuk Mangrove Restoration (MANGRES) 2010 : Peringatan Hari Air, Hari Kehutanan dan Hari Bumi dengan Survei, Kampanye Simpatik, Penyuluhan dan Penyulaman Mangrove, yang diselenggarakan satu bulan penuh, mulai bulan Februari sampai dengan Maret 2010. Penyuluhan dilaksanakan di salah satu rumah warga Trimulyo, yang merupakan salah satu Pengurus Kelompok Tani Tambak, setempat. Dalam kesempatan ini, para KeSEMaTER yang hadir adalah Sdr. Indriatmoko (DP), Sdr. Windy Indra Ardiansyah (IKAMaT), Sdr. Oky Yuripa Pradana (Presiden), Sdri. Aurora Hanifa (MENKORMAT), Sdr. Tutus Wijanarko (MENPORSI), Sdr. Abdul Muis Syaifudin (MENWIRA), Sdr. Fuad Ashari (Staf), Sdr. Yuniar Andri (Staf) dan beberapa orang KeMANGTEER, seperti Sdri. Amalia Ardila Sari (Planologi UNDIP), Sdr. Fradiyan Aulia (OXYGEN 16) dan lain-lain.
Acara dibuka dengan sambutan-sambutan dari KeSEMaT dan Kelompok Tani Tambak, serta pemaparan materi oleh KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Oky Yuripa Pradana, mengenai perjalanan program rehabilitasi mangrove KeSEMaT di Kelurahan Trimulyo, Semarang yang telah dimulai sejak tahun 2007 sampai dengan sekarang. Materi disampaikan dalam sebuah video film dokumenter. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab dan bagi pengalaman mengenai program-program rehabilitasi mangrove yang telah dijalankan oleh KeSEMaT dan warga Trimulyo.
Di akhir acara, telah disepakati bersama untuk melakukan penyulaman mangrove di peisisir Trimulyo, yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2010. Penyuluhan mangrove yang dimulai pada pukul 19.00 WIB – 22.00 WIB dan diikuti oleh puluhan warga ini, ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama.
 
|
|
| February 28, 2010 | 2:02 AM |
|
|
 |
Belajar Berwirausaha di Departemen Wirausaha KeSEMaT
|


 Semarang - KeSEMaTBLOG. Untuk menjalankan kurang lebih tiga puluh program mangrove kami di setiap tahunnya, maka dana adalah salah satu faktor penunjang penting, bagi terselenggaranya berbagai program mangrove kami, tersebut. Untuk itulah, maka di KeSEMaT sendiri, terdapat dua buah departemen yang khusus mengurusi dana-dana yang disumbangkan oleh para donatur kami, yaitu Departemen Keuangan (DEPKEU) dan Departemen Wirausaha (DEPWIRA). Khusus untuk DEPWIRA, departemen ini merupakan departemen yang bertugas untuk mempublikasikan dan menjual pernak-pernik mangrove khas KeSEMaT serta menggalang fundraising dari berbagai pihak. Lebih lanjut lagi, DEPWIRA juga merupakan sebuah departemen yang dipergunakan oleh para KeSEMaTER untuk belajar berwirausaha, mempraktekkan jiwa entrepreneurship sebagai seorang entrepreneur di bidang konservasi mangrove. Lihatlah dua buah pin di atas, ini. Pin pertama, yang di sebelah kiri adalah pin yang sengaja dibuat DEPWIRA untuk para KeSEMaTER, sebagai penanda bahwa dirinya adalah bagian dari Keluarga Besar KeSEMaT. Sementara itu, di sebelah kanannya, pin lucu bersiluete “manusia hijau menanam mangrove” ini, adalah pin KeMANGTEER, yang dibagikan secara gratis oleh KeSEMaT, kepada para KeMANGTEER-nya. Pin-pin unik, mungil dan lucu seperti inilah, yang selalu diproduksi oleh DEPWIRA, di setiap tahunnya, untuk memperkenalkan mangrove kepada masyarakat sekaligus menggalang pendanaan untuk pelaksanaan program-program mangrove KeSEMaT.
Selanjutnya, tak hanya pin dengan berbagai warna, corak dan disain saja yang diproduksi oleh DEPWIRA, bahkan T-shirt, gelang, kalender, topi, batik, stiker dan pernak-pernik mangrove lainnya, juga silih berganti dibuat untuk dijual dan diberikan secara cuma-cuma ke masyarakat dalam rangka penyebaran pengetahuan mangrove, sekaligus belajar menumbuhkan semangat Young Entrepreneurship dalam diri para KeSEMaTER, sebagai Young Entrepreneur di bidang rehabilitasi mangrove. Bagi yang tertarik, untuk mendapatkan berbagai barang-barang khas mangrove KeSEMaT sembari berdonatur bagi kelestarian mangrove di pesisir kita, dipersilahlan langsung datang ke Kantor KeSEMaT di Semarang. Semangat MANGROVER!
 
|
|
| February 27, 2010 | 2:02 AM |
|
|
 |
Filosofi Rendah Hati dan Hidup Bermanfaat Bagi Orang Lain di PSH dan PSL KeSEMaT
|


 Semarang - KeSEMaTBLOG. Beberapa buah pertanyaan dari Rekan-rekan kami, yang masuk ke email kami, ada yang meminta informasi mengenai pakaian warna hijau dan hitam, yang selalu terlihat kami gunakan dalam setiap menjalankan tugas kami di lapangan, dan fotonya seringkali terlihat mendominasi di Jaringan KeSEMaTONLINE. Mereka agaknya penasaran dengan kedua pakaian itu, sehingga meminta kami untuk sedikit mengulasnya. Baiklah, untuk mulai membahasnya, kami persilahkan Anda untuk mencermati foto di samping ini. Ini adalah para KeSEMaTER dengan pakaian warna hijau dan hitam yang dimaksudkan. KeSEMaT sendiri menamakan kedua pakaian ini dengan nama Pakaian Seragam Lapangan (PSL) dan Pakaian Seragam Harian (PSH). Memang, PSL dan PSH ini adalah pakaian seragam KeSEMaTER yang wajib dikenakan ketika kami bertugas mengkampanyekan mangrove ke masyarakat pesisir Indonesia. Aturan pemakaian dan disain PSL dan PSH, bahkan telah diatur dengan baik dalam Undang-Undang KeSEMaT. Selanjutnya, kedua pakaian kebesaran KeSEMaT ini, juga tak hanya kami pakai di pesisir saja, melainkan juga wajib disandang pada saat rapat-rapat dengan dinas, LSM dan para mitra kerja kami lainnya. Jadi, apabila Anda sering menjumpai foto kami memakai kedua seragam kami ini, di Jaringan KeSEMaTONLINE, maka memang demikianlah adanya.
Sebagai informasi, ada perbedaan mendasar tentang aturan pemakaian dan disain PSH dan PSL KeSEMaT, ini. Untuk teknik pemakaiannya, PSL hanya boleh dipakai oleh para Anggota Baru KeSEMaT saja, dan PSH hanya dikhususkan bagi para Menteri, Presiden , DP, DK dan IKAMaT. Untuk disain, keduanya juga sudah dipatenkan oleh KeSEMaT, yang memiliki filosofi umum, yaitu rendah hati, hidup mandiri, berguna dan bermanfaat bagi orang lain.
Untuk menerapkan konsep ini, maka PSL memiliki tulisan MANGROVER (dan bukan KeSEMaT) di dada sebelah kiri, dan diikuti tulisan moto KeSEMaT, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye dan dokumentasi mangrove, di bawahnya. Tulisan KeSEMaT yang ditempatkan di bagian belakang memiliki tujuan agar KeSEMaTER-baru terbebas dari budaya narsisme organisasi sehingga lebih bisa dan mau berbaur dengan individu dan organisasi lainnya, dengan KeSEMaT sebagai organisasi induknya.
Untuk PSH, memang terdapat tulisan KeSEMaT di depan, di bagian dada kiri. Namun, hal ini lebih ditekankan kepada identitas KeSEMaTER sebagai bagian dari KeSEMaT yang telah memiliki pengalaman organisasi dan pengetahuan mangrove yang matang. Sementara itu, kata MANGROVER diletakkan di bagian belakang sebelah kanan untuk mengingatkan kepada KeSEMaTER bahwa dirinya sebagai seorang MANGROVER, diwajibkan untuk selalu menjunjung tinggi konsep gerakan moral sebagai seorang pecinta dan penyelamat mangrove.
Selanjutnya, lambang KeSEMaT memang sengaja ditempatkan di bagian kiri dan bukan di depan, dengan filosofi bahwa KeSEMaT memposisikan diri sebagai konsultan mangrove dan pendamping masyarakat pesisir di dalam program-program rehabilitasi mangrovenya di wilayah pesisir, dengan konsep ekologi sosial, dimana kapasitas KeSEMaT adalah sebagai pemberi saran dan pengetahuan mangrove dan bukanlah penentu kebijakan.
Demikian, sedikit penjelasan mengenai PSL dan PSH KeSEMaT, yang bermuara pada konsepsi dan filosofi rendah hati dan hidup berbagi, berguna dan bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan pesisirnya. Semangat MANGROVER!
 
|
|
| February 24, 2010 | 3:02 AM |
|
|
 |
KeSEMaT Memberikan Penyuluhan Mangrove di Balai Desa Sri Wulan Demak
|


 Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 22 Februari 2010, mulai pukul 14.00 WIB – 19.00 WIB, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Farhan Pramudito (DP) telah menjadi pembicara mangrove dan memberikan penyuluhan mangrove kepada para pemuda Desa Sri Wulan di Balai Desa Sri Wulan Demak. KeSEMaT menjadi pemateri, atas permintaan dari para mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di sana. Dalam kesempatan ini, selain Sdr. Farhan Pramudito, KeSEMaTER lain yang nampak mendampingi adalah Sdr. Oky Yuripa Pradana (Presiden), Sdri. Aurora Hanifa (MENKORMAT), Sdr. Abdul Rohman Zaky (DP) dan Sdr. Windy Indra Ardiansyah (IKAMaT). KeSEMaT menyampaikan materi berjudul “Mari Belajar Mangrove,” yang merupakan materi standar yang selalu disampaikan KeSEMaT, di setiap kali perjalanan mengkampanyekan ekosistem mangrove ke daerah-daerah pesisir. Penyuluhan mangrove yang diikuti oleh kurang lebih sepuluh pemuda dan pemudi ini, berlangsung kondusif karena setelah dibuka dengan sambutan dari perangkat setempat dan pemaparan materi dari KeSEMaT, langsung terjadi tanya jawab antara KeSEMaT dengan para peserta yang hadir.
Beberapa hal yang ditanyakan oleh para peserta penyuluhan antara lain adalah fungsi nyata mangrove di daerah yang jauh dari pesisir khususnya di daerah Semarang. KeSEMaT memberikan jawaban dengan menjelaskan bahwa banyak sekali manfaat mangrove yang tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pesisir saja, namun juga dirasakan oleh masyarakat yang jauh dari pesisir. Contohnya, di Semarang, dimana lahan mangrovenya sudah kritis, ketiadaan mangrove bisa mengakibatkan intrusi air laut hingga masuk ke pusat kota. Hilangnya mangrove di Semarang mengakibatkan air tanah terasa asin. Tak hanya itu, rob yang setiap hari terjadi di Semarang juga diakibatkan dari perubahan lahan mangrove menjadi perumahan dan pertambakan sehingga mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.
Diharapkan, penyuluhan mangrove ini merupakan awal dari kebangkitan pemuda-pemudi Sri Wulan untuk mulai melakukan program rehabilitasi mangrove yang ada di daerahnya. Pertemuan ini diakhiri dengan pembacaan doa dan dan foto bersama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penanaman propagul mangrove jenis Rhizophora di pematang tambak yang diikuti oleh para KeSEMaTER, Tim KKN, pemuda dan warga setempat.
Setelah ini, KeSEMaT direncanakan masih akan melakukan safari kampanye mangrovenya ke pesisir-pesisir lainnya di Semarang dan sekitarnya, antara lain ke Kendal Semarang dan Morosari Demak, untuk memberikan penyuluhan mangrove-serupa ke masyarakat pesisir di masing-masing lokasi, tersebut. Semangat MANGROVER!
 
|
|
| February 22, 2010 | 7:02 AM |
|
|
 |
INDONESIA, INILAH SUARA KONSERVASIMU!
|


 Semarang – KeSEMaTBLOG. INDONESIA, INILAH SUARA KONSERVASIMU! Itulah, sebuah kalimat atau lebih tepatnya sebuah jargon yang yang ribuan kali kami kumandangkan pada tanggal 21 Februari 2010, di saat kami para KeSEMaTER, KeMANGTEER dan para mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, turun ke jalan sembari membagikan ratusan bunga koran yang diselipi dengan pesan-pesan ratusan FACEBOOKER yang dititipkan kepada kami. Lihatlah foto di samping ini. Inilah bunga koran dan pesan-pesan konservasi Anda, yang telah kami bagikan kepada ratusan warga Semarang di hari itu. Agar jumlahnya genap seribu, maka aksi simpatik ini, akan kami lanjutkan kembali pada tanggal 4 Maret 2010, di lingkungan Kampus UNDIP, dengan konsep yang sama. Bagi Anda yang belum memberikan suara konservasi Anda, dan ingin menitipkan suara dukungan bagi penyelamatan bumi kita, kepada warga Semarang dan sekitarnya, kami masih memberikan kesempatan. Marilah bergabung dengan kami di Grup GERAKAN SERIBU FACEBOOKER SUARAKAN : INDONESIA, INILAH SUARA KONSERVASIMU! Mari, suarakan suara konservasi Anda, dan bantu KeSEMaT untuk menciptakan bumi yang lebih baik, demi masa depan anak cucu kita. Semangat MANGROVER!

|
|
| February 22, 2010 | 7:02 AM |
|
Latest Posts
Monthly Archive
Change Language
Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove
Filter By Type
Friends
Links
169548 views
|
 |