 |
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT Adakan Pertemuan dengan LPPSP, LEPASS dan BINTARI
|
 Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 27 – 28 April 2009, KeSEMaT telah melakukan pertemuan-pertemuan dengan para mitra kerjanya di Semarang, yaitu LSM LPPSP, LSM LEPASS dan Yayasan BINTARI. Pertemuan yang telah dilakukan ini, bertujuan untuk mengadakan kerjasama lanjutan dalam program-program rehabilitasi mangrove, yang sedang dan akan dilaksanakan di Genuk dan Kulonprogo, Yogyakarta. Secara berturut-turut, KeSEMaT yang diwakili oleh Aris Priyono (DK) dan Arief Marsudi Harjo (KAK) telah bertemu dengan Bapak Siswanto dari LPPSP, Bapak Sururi dari LEPASS dan Bapak Abdul Roviq dari BINTARI di Kantor KeSEMaT, Kantor LEPASS dan Kantor BINTARI, Semarang. Hasil dari pertemuan-pertemuan ini adalah akan diselenggarakan workshop sehari di Rembang pada bulan Juni 2009, dimana KeSEMaT dan BINTARI akan menjadi fasilitator bagi masyarakat Kecamatan Tugu Semarang untuk berkunjung ke Kelompok Tani Mangrove hasil binaan Bapak Suyadi, di Desa Pasar Banggi, Rembang.
Selanjutnya, akan juga diadakan program penanaman mangrove di Kulonprogo oleh LPPSP, dimana KeSEMaT dan LEPASS membantu dalam pengadaan bibit mangrovenya. Sementara itu, beberapa minggu ke depan, KeSEMaT dan LEPASS juga akan melakukan penanaman mangrove secara bersama di Mangkang, yang diinisiasi oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Pusat Jakarta. Di akhir program, KeSEMaT dan LEPASS direncanakan akan melakukan kunjungan kerja ke Mangrove Information Center (MIC) Bali, untuk menghadiri sebuah workshop mangrove, di sana.

|
|
|
|
 |
Tanam Mangrove untuk Senang-Senang, Saja?. Sebaiknya, Jangan!
|
 Semarang – KeSEMaTBLOG. Beberapa Rekan (sebut saja A) yang berkonsultasi dengan kami di salah satu Jaringan KeSEMaTONLINE, yaitu KeSEMaTFACEBOOK, seringkali menanyakan mengenai bagaimanakah pendapat KeSEMaT apabila mereka berencana untuk melakukan program penanaman mangrove dengan tujuan untuk Senang-Senang, Saja (S3). S3? Apa maksudnya? Untuk memperjelas pengertian S3, berikut ini adalah percakapan yang kami cuplik antara KeSEMaT dengan A, di KeSEMaTFACEBOOK. A: “Selamat siang, KeSEMaT.” KeSEMaT: “Selamat siang. Salam MANGROVER!” A: “Salam MANGROVER!” KeSEMaT: “Ada yang bisa kita diskusikan seputar mangrove?” A: “Ya, mohon informasi mengenai harga bibit mangrove. Kami mau beli 1000 buah dari KeSEMaT untuk program penanaman mangrove.” KeSEMaT: “Ya. Konsep dan tujuan jangka panjang penanaman mangrove ini, seperti apa?” A: “Kami hanya ingin berlibur sembari jalan-jalan saja di pesisir pantai, sambil menanam mangrove.” KeSEMaT: “Baik. Jika demikian, setelah ditanam, siapa yang akan memelihara mangrove-nya?” A: “Itu-lah yang menjadi kendala kami. Kami tidak tahu, siapa yang akan memelihara bibit-bibit mangrove kami tersebut, karena setelah menanam, kami akan langsung kembali ke rumah kami dan kembali melakukan aktivitas kami sehari-hari.” KeSEMaT: “Baik. Berapa jauh, lokasi rumah Anda dengan lokasi penanaman mangrove yang direncanakan?” A: “Jauh sekali. Intinya, kami tak bisa lagi pergi ke lokasi penanaman mangrove itu, karena kami tak tahu lagi apakah ada rencana lagi berlibur ke sana. Mungkin, KeSEMaT ada saran?” KeSEMaT: “Baiklah. Kalau begitu, kami sarankan, Anda bekerjasama dengan masyarakat dan atau kelompok tani setempat. Harus dipastikan, siapa yang akan memelihara bibit-bibit mangrove Anda tersebut, untuk menjamin kelulushidupannya yang optimal.” A: “Nah, itulah yang belum kami lakukan. Enaknya, gimana, ya?” KeSEMaT: “Sebaiknya, hal yang di atas ini dilakukan. Karena, apabila konsepnya hanya untuk S3 saja, sebaiknya jangan dilakukan.” A: “Maksudnya bagaimana?” KeSEMaT: “Sayang tenaga dan uang Anda. Penanaman mangrove yang serampangan asal tancap saja, persentase kelulushidupannya sangat rendah. Jadi, apabila Anda mau menanam 1000 bibit mangrove tanpa perencanaan yang matang, maka akan sia-sia-lah usaha Anda tersebut. Niat baik untuk menyelamatkan mangrove tanpa didasari dengan teknik rehabilitasi mangrove yang benar, maka hasilnya tidak akan bisa maksimal. A: “Lalu, kami harus bagaimana, sebaiknya?” KeSEMaT: “Sekali lagi, kami menyarankan kepada Anda agar mau melakukan persiapan yang lebih matang lagi, termasuk meneliti terlebih dahulu lokasi penanamannya dan status tanahnya. Program-program penanaman tanaman mangrove, tidak bisa disamakan dengan program-program penanaman tanaman lainnya. Kita harus benar-benar mempersiapkannya secara matang, mulai dari sebelum, saat dan setelah penanaman mangrove.”
Itulah cuplikan percakapan yang puluhan kali terjadi di KeSEMaTFACEBOOK. Perlu diketahui bahwa kami sebenarnya sangat senang dan gembira melihat geliat A dan masyarakat Indonesia, yang sekarang ini mulai terinisiasi untuk secara swadaya mulai melakukan program-program penanaman mangrove di masing-masing daerahnya. Namun demikian, apabila tujuan akhirnya hanyalah untuk bersenang-senang belaka, tentunya bukanlah hal seperti ini yang kita inginkan bersama.
Bukannya tidak mendukung penanaman mangrove yang sifatnya hanya untuk S3, justru kami sangat mendorong agar masyarakat lebih banyak lagi berinisiasi untuk melakukan hal ini (secara swadaya). Namun, tentu saja dengan catatan bahwa program-program rehabilitasi mangrove harus benar-benar dijalankan sesuai dengan kaidahnya yang benar. Jadi, tidak asal tanam saja, melainkan juga harus dipelihara dan dipersiapkan dengan matang, konsepnya (lihat foto di atas, pada saat KeSEMaTERS melakukan pemeliharaan mangrove di Arboretum Mangrove KeSEMaT Teluk Awur Jepara, di setiap minggunya, secara kontinyu).
Selanjutnya, seperti yang telah berkali-kali kami informasikan di dalam Jaringan KeSEMaTONLINE, bahwa penanaman tumbuhan pesisir yang bernama mangrove ini, memang tidak boleh main-main. Setelah ditanam, kita tidak boleh membiarkannya begitu saja, tanpa melakukan pemeliharaan yang baik dan benar. Mengapa demikian, karena sejatinya kesuksesan program rehabilitasi mangrove, tak hanya ditentukan dari teknik penanamannya yang harus benar belaka, melainkan lebih banyak ditentukan dari program-program pemeliharaan mangrove yang dilakukan secara kontinyu setiap waktu.
Jadi, apabila kita masih saja menginginkan penanaman mangrove dengan konsep S3, maka kita harus benar-benar memikirkan bagaimana caranya agar setelah ditanam, bibit-bibit mangrove kita masih bisa bertahan hidup di lokasi penanaman dalam jangka waktu yang lama. Maka, untuk mengatasi masalah ini, pola kerjasama dengan masyarakat dan atau kelompok tani yang berada di sekitar lokasi penanaman, sangatlah dianjurkan. Mengapa demikian (?). Karena apabila kita sudah tidak punya waktu lagi untuk memelihara bibit-bibit mangrove yang telah kita tanam, maka merekalah yang akan menggantikan tanggung jawab kita sebagai pemelihara bayi-bayi mangrove, tadi. Dengan demikian, kelulushidupan bibit-bibit mangrove kita, sedikit banyak bisa dijamin.
Yang disayangkan adalah, bahwa penanaman-mangrove-S3, seringkali disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk “pamer” dirinya dan atau organisasinya. Penanaman mangrove yang dilakukan itu, hanya diadakan agar dipandang oleh orang atau organisasi lainnya bahwa dirinya atau organisasinya tersebut “eksis” dan peduli dengan mangrove. Sungguh, apabila hal ini benar terjadi, maka betapa malunya kita sebagai manusia kepada mangrove, yang sehari-hari telah berjasa besar mencegah masuknya air laut ke darat sehingga air minum yang kita konsumsi tidak asin dan aman untuk kita minum. Salam MANGROVER!
 
|
|
|
|
 |
Asyiknya Syuting Sehari Bersama TRANS TV
|
 Semarang – KeSEMaTBLOG. Sewaktu di telepon pihak TRANS TV Jakarta untuk memfilmkan binatang-binatang mangrove di Arboretum Mangrove KeSEMaT (ARMaT), Desa Teluk Awur, Jepara, kami merasa diberikan sebuah kesempatan baik untuk memperkenalkan sekaligus mempopulerkan binatang-binatang mangrove unik, yang ada di Arboretum kami, kepada Anak-anak Indonesia dan dunia. Maka, semua kami persiapkan dengan sebaik-baiknya. Kru TRANS TV Jakarta, yaitu Mbak Evri dan Mas Opick, datang ke Kantor KeSEMaT Semarang pada tanggal 22 April 2009, dan menginformasikan mengenai konsep syuting yang ternyata akan digunakan untuk program “Cerita Anak TRANS TV” (CATT). Konsepnya, para KeSEMaTERS (baca: Kakak KeSEMaT) mengajak Adik-adiknya yang adalah siswa/siswi SD untuk berkunjung ke ARMaT di Jepara untuk memperkenalkan binatang-binatang mangrove unik yang ada di sana.
Setelah menyetujui konsep yang disepakati bersama, kami menambahkan beberapa informasi mengenai kondisi lokasi syuting, dimana nantinya pengambilan gambar akan dilakukan. Kami memberikan penjelasan tentang dua buah lokasi yang sebaiknya digunakan untuk lokasi syuting, yaitu tempat penyulaman dan tempat pembibitan dan penanaman mangrove di Arboretum kami, yang memang memiliki kondisi mangrove yang dipersyaratkan TRANS TV.
Selanjutnya, pencarian pemeran Anak-anak, segera kami lakukan. Malam hari, para KeSEMaTERS bersama dangan Kru TRANS TV menghubungi pihak SD Trimulyo I dan Trimulyo II untuk meminta ijin agar sudi kiranya apabila siswa/siswinya “dipinjam sebentar” ke Jepara. Enam orang siswa/siswi kami pilih karena mereka telah berhasil sebagai finalis dan pemenang lomba gambar KeSEMaT Goes To School (KGTS) 2008, bekerjasama dengan Mangrove Action Project (MAP) Amerika Serikat. Maka, akhirnya Agil, Anji, Ayu, Aji, Risma, dan Ibrahim (A4RI), yang keenammnya masih duduk di kelas empat dan lima SD Trimulyo, menjadi pemeran utama dalam CATT, kali ini.
Keesokan harinya (23/04), setelah menjemput Anak-anak ke SD-nya sembari berpamitan dengan Bapak/Ibu Guru SD Trimulyo I dan II, maka perjalanan syuting ke Jepara dimulai. Perjalanan terasa sangat mengasyikkan karena keenam bintang cilik kami yang ternyata hiperaktif itu, tak henti-hentinya bercanda di mobil. Sambil bercerita dan bertebak-tebakan, kami sangat menikmati perjalanan di pagi itu.
Perjalanan hanya memakan waktu dua jam, saja. Setibanya di Teluk Awur Jepara, para KeSEMaTERS mengurus surat ijin syuting ke kampus dan yang lainnya mempersilahkan Kru TRANS TV dan para bintang cilik beristirahat, sembari makan siang di warung dekat kampus.
Pukul 11.00 WIB, syuting pertama dimulai. Syuting dilakukan di tempat penyulaman mangrove KeSEMaT, yang terletak di samping Asrama Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Blok A. Di tempat ini, para KeSEMaTERS dan A4RI syuting bersama untuk pengambilan gambar Kepiting Ungu. Mbak Evri menjadi sutradaranya dan Mas Opick sebagai cameraman-nya. Berdua, mereka mengarahkan kami dalam pengambilan syuting di siang itu.
Adegan demi adegan kami lewati bersama, mulai dari adegan pencarian Kepiting Ungu di bawah akar-akar Rhizophora, balapan kepiting, penjelasan oleh KeSEMaTERS tentang Kepiting Ungu berikut peranannya di ekosistem mangrove, dan adegan terakhir berupa ajakan para KeSEMaTERS kepada A4RI untuk melihat binatang mangrove unik lainnya, yaitu Kelomang Mangrove, di lokasi pembibitan dan penanaman mangrove KeSEMaT, semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan lancar.
Selanjutnya, sampai di lokasi pembibitan dan penanaman mangrove, syuting kami lanjutkan dengan adegan penjelasan mengenai Kelomang Mangrove oleh salah satu KeSEMaTERS, yaitu Windy Indra Ardiansyah (DP). Tak hanya itu, di Arboretum KeSEMaT ini, juga dilakukan pengambilan gambar wawancara kepada Aji, tentang pengalamannya bermain-main di ARMaT dan perjalanan ke luar dari vegetasi mangrove Jepara, menyusuri perakaran-mangrove-yang-tinggi, berbentuk seperti terowongan. Adegan terakhir syuting CATT adalah pengambilan gambar sebuah keriangan yang terpancar pada diri KeSEMaTERS dan A4RI karena berenang-renang di laut lepas, yaitu Laut Jawa.
Selesai syuting, kami beristirahat di Asrama Blok C. Setelah mandi dan bersih diri, kami kembali ke Semarang pada pukul 18.00 WIB. Namun, sebelumnya kami mengisi perut terlebih dahulu di Kentucky Fried Chicken (KFC), Jepara. Setelah berpamitan dengan sebagian KeSEMaTERS yang harus melakukan penelitian mangrove di Jepara, maka Kru TRANS TV, KeSEMaTERS dan A4RI yang berada di mobil TRANS TV, meluncur cepat menembus kegelapan malam menuju Semarang.
Selesai sudah perjalanan syuting kami bersama TRANS TV Jakarta, yang sangat mengasyikkan, di hari itu. Hasil akhir dari syuting ini, akan ditayangkan oleh TRANS TV Jakarta untuk program CATT beberapa minggu ke depan. Jangan lupa nonton CATT, ya. Setiap hari Minggu pagi, pukul 07.30 WIB.
Kami berharap, semoga saja CATT edisi “Liburan ke Hutan Mangrove KeSEMaT di Teluk Awur Jepara” ini, bisa menginspirasi Anak-anak Indonesia dan dunia untuk mencintai mangrove dan binatang-binatang unik yang ada di dalamnya. Salam MANGROVER!.
 
|
|
| April 27, 2009 | 10:04 AM |
|
|
 |
Lagi, Berita Klub Selasa Malam dan KeSEMaTHURSDAY
|
 Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 16 dan 25 April 2009, telah dilaksanakan Klub Selasa Malam (KSM) dan KeSEMaTHURSDAY di Jepara dan Semarang. KSM dilaksanakan di Teluk Awur, Jepara dan KeSEMaTHURSDAY dilaksanakan di Semarang. KeSEMaTHURSDAY dilakukan di Kantor KeSEMaT Semarang, pada tanggal 25 April 2009, yang menampilkan pemateri Aurora Hanifa (Anggota) mengenai “Binatang-Binatang Mangrove.” KeSEMaTHURSDAY dimulai pada pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB. Diskusi yang dimoderatori oleh Oky Yuripa (Anggota) ini, banyak mendiskusikan mengenai jenis-jenis binatang yang hidup di mangrove berikut fungsinya bagi ekosistem mangrove.
Sementara itu, KSM telah dilaksanakan di Teluk Awur Jepara yang menampilkan pemateri Farhan Pramudito (MENPORSI) dan dimoderatori oleh Bangun Mardianto (Anggota). Pada KSM ini, materi yang dipresentasikan adalah mengenai “Kampanye Mangrove.” KSM dimulai pada pukul 20.00 WIB – 22.00 WIB dan menghasilkan kesimpulan mengenai perlunya mangrove untuk dikampanyekan ke masyarakat secara lebih luas lagi.

|
|
|
|
 |
KeSEMaT di Seminar Nasional Magister Ilmu Lingkungan UNDIP
|
 Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 25 April 2009, KeSEMaT diundang untuk mengikuti Seminar Nasional (SEMNAS) bertema “Nasib Bumi Pasca Pemilu” yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Universitas Diponegoro (UNDIP), dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2009. Dalam kesempatan ini, KeSEMaT diwakili oleh Aris Priyono (DK) dan Dhira Kurniawan (Alumni). SEMNAS yang dimulai pada pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB menghadirkan pembicara dari Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jakarta (Alvin lie), Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Semarang (Dini Inayati) dan Praktisi Lingkungan dari UNDIP Semarang (Edi Santosa).
SEMNAS dihadiri oleh kurang lebih 50-an peserta dari kalangan mahasiswa dan akademisi UNDIP. SEMNAS dilaksanakan di Ruang Seminar Kampus MIL UNDIP, Jl. Imam Bardjo Semarang. SEMNAS menghasilkan sebuah kesimpulan mengenai pentingnya partisipasi dari kalangan masyarakat, partai politik, DPR RI, Pemerintah dan Individu, untuk berjuang bersama-sama dalam menyelamatkan lingkungan dari segala permasalahan yang ada, demi penyelamatan bumi di masa mendatang.

|
|
|
Latest Posts
Monthly Archive
Change Language
Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove
Filter By Type
Friends
Links
169579 views
|
 |