TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
« previous 5


MANGROVE REpLaNT 2009 Memang Berbeda!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Adalah Nida Fauzia Supriatna, salah seorang KeSEMaT’s Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang sangat aktif dalam mengikuti berbagai program mangrove KeSEMaT, seperti MANGROVE REpLaNT (MR) 2008, MANGROVE RESTORATION (MANGRES) 2008, MANGROVE CULTIVATION (MC) 2009 dan MR 2009, yang telah berbaik hati kepada kami dan mengirimkan artikel mangrovenya. Berikut ini adalah artikelnya, yang menceritakan tentang MR 2009 yang telah diselenggarakan dengan sukses oleh KeSEMaT, beberapa hari yang lalu.

Berbeda dengan MR sebelumnya, MR kali ini mempunyai konsep yang lain dari biasanya. Jika tahun-tahun sebelumnya MR dikondisikan sebagai penyuluhan, maka kali ini adalah pelatihan. Dengan jumlah peserta yang terbatas, diharapkan ilmu yang disampaikan para trainer akan lebih mudah untuk diserap.

Peserta MR kali ini lebih beragam, terdiri dari instansi pemerintahan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur dan Manokwari, Papua. Selain itu ada juga mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, antara lain: Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Bina Nusantara (UBINUS), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Malang (UNM), dan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) juga SMA Semesta Semarang.

Mengusung konsep yang berbeda sebanding dengan dana yang harus dikeluarkan untuk mengikuti acara ini. Harga untuk pelajar sebesar Rp. 130.000, untuk mahasiswa sebesar Rp. 170.000, dan umum sebesar Rp. 200.000. Harga ini terbilang cukup mahal dibanding MR tahun-tahun sebelumnya. Namun harga yang harus dibayar ini, sebanding dengan apa yang peserta dapatkan. Pelayanan yang diberikan panitia cukup memuaskan peserta, baik dari segi materi acara yang berisi dan variatif, konsumsi, dan ketepatan jadwal acara.

Materi acara yang paling menarik adalah saat pelatihan pembuatan bahan makanan berbahan dasar buah mangrove. Acara ini selain dihadiri oleh peserta dan panitia, juga dihadiri oleh Ibu-ibu PKK yang bertempat tinggal di sekitar Desa Teluk Awur. Dengan trainer Ibu Lulut dari PKK Rungkut Surabaya dan dua Dosen Teknologi Pertanian Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang, acara menjadi semakin menarik.

Peserta yang masih awam dengan makanan berbahan dasar buah mangrove nampak antusias ketika trainer memberikan sample sirup, jenang bogem, bolu, kerupuk, dan cake untuk dicoba. Tak hanya bahan makanan, Ibu Lulut juga mempraktekkan pembuatan sabun cair berbahan dasar Sonneratia alba, selain itu juga beliau menghimbau kepada para ibu-ibu rumah tangga yang hadir untuk dapat berkarya dengan mendayagunakan bahan-bahan alam yang ada di sekitar lingkungan karena dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Kepedulian dan kekritisan para peserta terhadap lingkungan terlihat saat sesi Mangrove Training. Acara yang diisi oleh tiga trainer KeSEMaT ini walaupun berlangsung hingga tengah malam, namun peserta yang dibagi menjadi tiga blok, barat, timur, dan tengah ini masih sanggup memaparkan permasalahan kondisi lingkungan yang ada di daerah masing-masing.

Keesokan hari, peserta bersama panitia menuju bedeng persemaian untuk mengambil bibit-bibit mangrove yang telah ditanam saat MC di bulan Maret 2009, lalu. Bibit ini digunakan untuk menyulam tanaman mangrove yang mati di lokasi penanaman sebelah selatan asrama.

Jika tahun-tahun sebelumnya Desa Teluk Awur menjadi lokasi utama kegiatan, maka tidak untuk MR tahun ini. Desa Tanggul Tlare yang berjarak 20 menit dari Desa Teluk Awur menjadi tempat terakhir kegiatan MR. Peserta beserta panitia bersama-sama menanami area bekas tambak yang sudah tidak produktif. Masing-masing peserta dibekali lima bibit dan ajir (batang bambu untuk penyangga bibit).

Siang yang terik tidak menghalangi gerak para peserta dan meski harus berkubang lumpur setinggi dada orang dewasa, antusias peserta tidaklah berkurang. Salam MANGROVER!

July 30, 2009 | 10:07 AM Comments  0 comments

Tags:


Serunya Pelatihan Penanaman MANGROVE REpLaNT 2009 di Desa Tanggul Tlare Jepara

Jepara - KeSEMaTBLOG. Penuh lumpur, kotor dan basah, itulah yang dirasakan oleh semua para Peserta MANGROVE REpLaNT (MR) 2009 yang melaksanakan pelatihan penanaman mangrove di Desa Tanggul Tlare, Jepara. Lihatlah foto di samping ini, para Peserta MR 2009 sedang mendistribusikan bibit mangrove jenis Ceriops, Bruguiera dan Rhizophora untuk kemudian ditanam di lokasi penanaman yang telah ditentukan oleh KeSEMaT. Pelatihan penanaman mangrove ini, dilaksanakan oleh KeSEMaT pada hari Minggu, 26 Juli 2009 mulai pukul 08.00 WIB.

Sebelum ke lokasi penanaman, dari Asrama Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Panitia dan Peserta MR 2009 yang baru saja selesai mendapatkan materi pelatihan pembibitan mangrove di Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), menaiki tiga mobil pick up sesuai dengan kelompoknya masing-masing, yaitu Wilayah Barat, Wilayah Tengah dan Wilayah Timur.

Setelah acara seremonial yang diisi oleh sambutan-sambutan dari Sdr. Indriatmoko (Presiden KeSEMaT), Bapak Zaenuri (Petinggi Desa Tanggul Tlare), Bapak Suryono (Ketua Pengelola Kampus Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Jepara) selesai, pelatihan penanaman dibuka secara langsung oleh Bapak Achid (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Jepara).

Selanjutnya, para trainer pelatihan penanaman mangrove dari KeSEMaT, yaitu Sdr. Windy Indra Ardiansyah (DP), Sdr. Sunanto Kusuma Pradono (DP) dan Bapak Agus Susanto (IKAMaT) segera mengambil alih. Peserta MR 2009 dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan daerah asalnya, yaitu Wilayah Barat, Wilayah Tengah dan Wilayah Timur. Masing-masing peserta segera diajak untuk mengambil bibit-bibit mangrove di pematang tambak yang sebelumnya telah disiapkan oleh Panitia MR 2009.

Setelah itu, para Peserta MR 2009 menyusuri pematang tambak dan menanam ratusan bibit mangrove di pinggir tambak. Semua peserta menenggelamkan sebagian tubuhnya ke dalam tambak dan mulai menanam bibit mangrove dengan jarak 1 m x 1 m. Tak hanya itu, setelah selesai menanam dengan jarak yang telah dikonsep dengan rapi oleh para trainer dari KeSEMaT, para peserta juga menancapkan ajir di samping bibit mangrove dan mengikatnya dengan tali rafia, untuk mencegah robohnya bibit saat air pasang. Proses penanaman ini dilakukan bersama–sama dengan warga desa Tanggul Tlare yang juga merasakan kekhawatiran akan nasib desanya yang terancam tenggelam akibat laju abrasi yang semakin tinggi.

Selesai melakukan penanaman ratusan bibit mangrove, para peserta beristirahat sambil membersihkan dirinya sembari mandi dan bermain-main di pantai Tanggul Tlare yang luar biasa indahnya. Bersama dengan warga Desa Tanggul Tlare, para Peserta MR 2009 nampak antusias namun sedih, saat mendengarkan sebuah cerita tenggelamnya sebuah desa bernama Bulak Lama, yang lokasinya berjarak kurang lebih lima ratus meter dari tempat mereka membersihkan dirinya.

Setelah bersih diri, peserta dan panitia MR 2009 berpamitan kepada warga desa setempat untuk kembali ke asrama tempat mereka menginap, tepat pada pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, Peserta MR 2009 bersiap-siap menyambut acara berikutnya, yaitu berupa kesan pesan dan pembagian sertifikat. Salam MANGROVER!

July 29, 2009 | 11:07 AM Comments  0 comments

Tags:


Meriahnya Pelatihan Pembibitan Mangrove di MECoK

Jepara - KeSEMaTBLOG. Lihatlah foto di samping ini. Ini adalah pemandangan kemeriahan pelatihan pembibitan mangrove di Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), Desa Teluk Awur Jepara. Pelatihan pembibitan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2009 mulai pukul 06.00 WIB ini, diikuti oleh semua Peserta MANGROVE REpLaNT (MR) 2009: Seminar Nasional, Pelatihan dan Penanaman Mangrove. Tak hanya peserta saja, tiga orang trainer pelatihan dari KeSEMaT, yaitu Sdr. Windy Indra Ardiansyah (DP), Sdr. Sunanto Kusuma Pradono (DP) dan Bapak Agus Susanto (IKAMaT), juga telah siap di MECoK, guna mendampingi para Peserta MR 2009.

Pelatihan dimulai dengan pembagian kelompok Peserta MR 2009 yang dibagi menurut wilayah asal peserta. Pembagian dipandu oleh trainer yang selanjutnya diikuti dengan penempatan diri dari masing-masing kelompok berdasarkan wilayahnya tersebut. Setelah itu, Peserta MR 2009 mulai membibitkan ratusan propagul mangrove yang terdiri dari tiga spesies, yaitu Rhizophora, Ceriops dan Bruguiera.

Propagul mangrove, tiga spesies, satu per satu dimasukkan ke dalam sebuah polybag yang sesuai dengan ukurannya. Untuk jenis Rhizophora dan Bruguiera, polybag yang digunakan berukuran lebih besar daripada polybag yang digunakan untuk Ceriops. Sedimen yang digunakan sebagai pengisi polybag diambil dari tanah sekitar bedeng persemaian.

Setelah memasukkan semua propagul mangrove ke dalam polybag, Peserta MR 2009 dipersilahkan untuk menanyakan berbagai hal seputar teknik pembibitan mangrove yang sekiranya belum mereka mengerti, kepada para trainer.

Pelatihan pembibitan mangrove di MECoK ini, diakhiri dengan penjelasan dari para trainer tentang berbagai macam spesies mangrove yang ada di MECoK berikut sejarah pembangunannya.

Tepat pukul 07.30 WIB, para Peserta MR 2009 yang membawa masing-masing dua buah bibit mangrove, meninggalkan bedeng persemaian dan menuju ke bagian lain di MECoK, untuk melakukan penyulaman mangrove.

July 29, 2009 | 11:07 AM Comments  0 comments

Tags:


Peserta MANGROVE REpLaNT 2009 Melakukan Penyulaman Mangrove di MECoK

Jepara - KeSEMaTBLOG. Setelah melakukan pelatihan pembibitan mangrove di Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), Desa Teluk Awur Jepara, pada tanggal 26 Juli 2009 mulai pukul 07.30 WIB, para Peserta MANGROVE REpLaNT (MR) 2009: Seminar Nasional, Pelatihan dan Penanaman Mangrove meneruskan kegiatannya dengan mengadakan penyulaman di sebuah titik di MECoK. Lokasi penyulaman berada di samping Asrama Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Blok A.

Dalam kesempatan ini, tiga orang trainer pelatihan rehabilitasi mangrove dari KeSEMaT, yaitu Sdr. Windy Indra Ardiansyah (DP), Sdr. Sunanto Kusuma Pradono (DP) dan Bapak Agus Susanto (IKAMaT), telah mendampingi para Peserta MR 2009 dalam melakukan penyulaman bibit mangrove tersebut.

Penyulaman mangrove dilakukan dengan cara mendistribusikan bibit-bibit mangrove yang diambil dari bedeng persemaian mangrove KeSEMaT di MECoK, yang kemudian dipindahkan ke lokasi penyulaman. Masing-masing Peserta MR 2009 membawa dua buah bibit mangrove yang terdiri dari tiga spesies, yaitu Rhizophora, Ceriops dan Bruguiera.

Sesampai di lokasi penyulaman, dengan arahan dari para trainer, Peserta MR 2009, segera melakukan penyulaman mangrove dengan cara menegakkan ajir yang terlihat roboh, membersihkan sampah di lokasi penyulaman dan mengganti bibit-bibit mangrove yang mati dengan bibit-bibit mangrove yang baru. Selesai melakukan penyulaman, para peserta dan trainer pelatihan mangrove MR 2009 melakukan foto bersama sembari menikmati pemandangan pantai Teluk Awur yang indah. Penyulaman berakhir pada pukul 08.00 WIB.

July 29, 2009 | 11:07 AM Comments  0 comments

Tags:


Antusiasme Peserta MANGROVE REpLaNT 2009 di Pelatihan Metode Rehabilitasi Mangrove

Jepara - KeSEMaTBLOG. Pelatihan Metode Rehabilitasi Mangrove, diselenggarakan oleh KeSEMaT pada tanggal 25 Juli 2009, pukul 19.30 WIB. Pelatihan kedua dalam MANGROVE REpLaNT (MR) 2009 ini, menghadirkan tiga orang trainer pelatihan yang merupakan Praktisi Mangrove KeSEMaT, yang juga adalah Pengurus Harian Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT), yaitu Bapak Muhamad Ikhsan Sri Hartadi, Bapak Arief Marsudi Harjo dan Bapak Aris Priyono. Ketiganya memiliki pengalaman yang luas dalam program dan proyek rehabilitasi mangrove di berbagai daerah di Indonesia.

Bapak Muhamad Ikhsan Sri Hartadi memiliki spesialisasi di bidang pembibitan dan pemupukan mangrove yang saat ini juga sedang melakukan kerjasama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan Jakarta untuk melakukan usaha rehabilitasi mangrove di Desa Mangunharjo, Semarang. Sementara itu, Bapak Arief Marsudi Harjo mempunyai keahlian di bidang penanaman mangrove yang saat ini juga sedang bekerjasama dengan berbagai LSM dan dinas di Indonesia, untuk mendampingi mereka dalam melakukan program dan proyek mangrovenya. Yang terakhir, Bapak Aris Priyono adalah seorang trainer pelatihan mangrove yang sangat berpengalaman, yang saat ini sedang mendampingi Yayasan BINTARI Semarang dan Friends of Earth (FoE) Jepang, untuk mengerjakan proyek mitigasi dampak perubahan iklim dan pemberdayaan masyarakat pesisir, di Desa Tapak Semarang.

Pelatihan yang dilaksanakan di Asrama Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Hall A ini, diikuti oleh seluruh Peserta MR 2009. Pelatihan dibagi menjadi dua bagian, yaitu (1) presentasi dan diskusi materi dan (2) simulasi pemecahan permasalahan pesisir, yang masing-masing dipandu oleh Sdr. Oky Yuripa Pradana (Anggota) dan Bapak Sapto Pamungkas (IKAMaT). Sebelum bagian pertama dimulai, Peserta MR 2009 dibagi menjadi tiga wilayah, yang masing-masing merepresentasikan daerah asalnya. Tiga wilayah tersebut adalah wilayah barat, wilayah tengah dan wilayah timur.

Presentasi pertama disajikan oleh Bapak Muhamad Ikhsan Sri Hartadi yang memberikan materi mengenai metode pembibitan mangrove. Tak hanya menyampaikan materi, di akhir presentasinya, pemateri juga mendemonstrasikan secara langsung tentang bagaimana teknik pembibitan propagul mangrove yang baik dan benar dengan polybag dan propagul Rhizophora yang telah tersedia di ruang pelatihan.

Pemateri kedua, yaitu Bapak Arief Marsudi Harjo, menyampaikan materi tentang teknik penanaman mangrove yang baik dan benar. Seperti pemateri sebelumnya, pemateri kedua juga langsung mendemonstrasikan mengenai tata cara penanaman mangrove di lapangan dengan menggunakan ajir, tali rafia dan propagul mangrove yang tersedia di ruang pelatihan, yang bisa dilakukan (1) secara langsung dengan menggunakan propagul dan (2) tidak langsung dengan menggunakan bibit mangrove.

Setelah itu, Bapak Aris Priyono memberikan materi tentang ekosistem mangrove secara global dengan fokus pada program pemeliharaan bibit-bibit mangrove, setelah dilakukan penanaman. Pemateri ketiga banyak memberikan informasi mengenai pengetahuan dasar mangrove yang kemudian disambung dengan berbagai metode rehabilitasi mangrove yang telah diterapkan oleh KeSEMaT di beberapa wilayah pesisir di Indonesia.

Selesai presentasi dari pemateri, pada saat dibuka sesi diskusi, para Peserta MR 2009 berebutan mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Inti pertanyaan sangat bervariasi mulai dari fungsi dan manfaat mangrove, detail teknik pemeliharaan, penelitian mangrove, jangka waktu rehabilitasi mangrove, teknik pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya. Sesi pertama pelatihan ditutup dengan sebuah kesimpulan tentang metode rehabilitasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat yang baik dan benar.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan simulasi pemecahan permasalahan pesisir yang ada di masing-masing daerah di Indonesia. Acara ini dimoderatori oleh Bapak Sapto Pamungkas. Seperti yang telah diinformasikan di atas, bahwa sebelum dimulai, Peserta MR 2009 telah dibagi terlebih dahulu menjadi tiga kelompok, yaitu wilayah barat, wilayah tengah dan wilayah timur. Pembagian kelompok ini didasarkan pada daerah asal Peserta MR 2009.

Pada sesi ini, moderator mengajak Peserta MR 2009 yang terbagi menjadi tiga kelompok, untuk berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing selama setengah jam dan kemudian menuliskan permasalahan pesisir dan mangrove yang ada di masing-masing daerah asal, mereka. Selanjutnya, setelah permasalahan ditulis, perwakilan dari masing-masing wilayah diminta untuk mempresentasikannya di hadapan forum.

Sesi ini berjalan dengan sangat atraktif karena terjadi diskusi interaktif antara wilayah satu dengan wilayah lainnya yang kemudian juga diikuti dengan tanya jawab dengan pemateri sebagai narasumber. Beberapa permasalahan yang mengemuka dalam sesi ini antara lain adalah tentang pengelolaan sampah, pencemaran di pesisir pantai selatan Jawa dan sebuah temuan tentang koordinasi antar stakeholder mangrove yang masih tumpang tindih.

Sebuah rekomendasi yang dihasilkan dalam sesi ini adalah, bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan cara melibatkan komunitas untuk memisahkan sampah organik dan anorganik serta teknik Takakura yaitu “memasak” sampah menjadi kompos, sehingga bisa menguntungkan dari sisi ekonomi, karena bisa dijual.

Selanjutnya, permasalahan pesisir di pantai selatan Jawa, bisa diatasi dengan cara meningkatkan kerjasama dengan semua pihak. Tak hanya itu, KeSEMaT juga menawarkan kerjasama dengan dinas dan LSM lokal di sana, karena memiliki data-data penelitian mangrove di pesisir selatan Jawa, terutama di wilayah Cilacap, yang lumayan lengkap.

Permasalahan terakhir, yaitu kurangnya koordinasi antar instansi mangrove di wilayah timur, bisa diatasi dengan cara meningkatkan koordinasi, pertemuan dan kerjasama antara instansi.

Pelatihan Metode Rehabilitasi Mangrove ini selesai pada pukul 24.00 WIB yang ditutup dengan pengumuman dan briefing dari Panitia MR 2009 mengenai acara esok hari, yaitu praktek langsung pembibitan propagul mangrove di Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) dan praktek penanaman bibit-bibit mangrove di Desa Tanggul Tlare, Jepara. Salam MANGROVER!

July 29, 2009 | 1:07 AM Comments  0 comments

Tags:


« previous 5


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169546 views
Important Disclaimer