TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Kerennya bekerja sebagai GURU MANGROVE

Lihatlah foto di samping ini. Di antara akar-akar mangrove yang tersisa dan di bawah gersangnya dedaunan Rhizophora yang masih ada inilah, para KeSEMaTERS bekerja. Pada sebuah “tempat sampah dan sarang nyamuk” (sebutan sebagian orang untuk mangrove) di Teluk Awur Jepara, kami mengabdikan diri, bekerja untuk alam pesisir kami. Tak pernah putus, setiap tahun, kami terus menjalin hubungan baik dengan manusia di tiap generasinya, untuk menginformasikan dan memberitahukan kepada mereka bahwa mangrove sangatlah berguna dan bermanfaat bagi keseimbangan alam dan kehidupan manusia.

Sudah tujuh generasi, selama tujuh tahun ini, kami menyuluh manusia dan berusaha sekuat tenaga untuk membuka hati mereka, betapa mangrove sangat layak untuk disayang dan dicintai. Kata orang, mangrove tak ada bagusnya sama sekali. Lumpur, nyamuk, duri, cacing, sampah dan hal menjijikkan lainnya yang banyak ditemukan di sana, membuat tempat ini dicap sebagai tempat yang tak tepat untuk disinggahi apalagi dijadikan sebagai tempat bekerja. Tapi, bagi kami yang memahami, mengerti dan menghargainya, kami bisa merasakan bahwa bekerja di mangrove adalah suatu kehormatan, sangatlah berharga, asyik dan menyenangkan.

Selanjutnya, menjadi seorang MANGROVER dan KeSEMaTERS sangatlah keren dan cool. Dengan baju kebesaran kami bernama Pakaian Seragam Harian (PSH), Pakaian Seragam Lapangan (PSL) dan Kokard KeSEMaT yang menempel di PSH/PSL , lengkaplah sudah kebanggaan kami bekerja sebagai GURU MANGROVE (GUROVE). Minimal satu bulan sekali, kami selalu berjalan menyusuri pasir putih dan lumpur coklat nan pekat, sembari terus berkampanye dan membagikan informasi pengetahuan mangrove kami kepada teman-teman kami, pun masyarakat kami.

Memang, memiliki ilmu pengetahuan dan skill tentang berbagai hal tentang mangrove mulai dari (1) tata cara identifikasi spesies mangrove, (2) tata cara sampling mangrove, (3) tata cara pembibitan mangrove, (4) tata cara penanaman mangrove, (5) tata cara pemeliharaan mangrove, (6) tata cara penelitian struktur komunitas, pemangsaan, serasah, plankton, diatom, makrobentos, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan lain sebagainya, telah membuat kami bangga sebagai MANGROVER dan KeSEMaTERS. Di saat generasi muda lainnya, masih mencari-cari informasi tentang berbagai ilmu mangrove tadi, sebagai GUROVE, kami sudah mampu mendapatkannya. Tapi, tentu saja pencapaian ini tak membuat kami merasa jumawa. Rasa pengabdian masyarakat dan gerakan moral kami, untuk mau dan mampu membagikannya kepada sesama, selalu kami jaga.

Silih berganti, di setiap tahunnya, kami bertemu dengan generasi-generasi muda manusia, yang membutuhkan pengetahuan dan informasi mangrove yang benar dan berimbang. Kami sadar, mereka adalah agen-agen muda penerus generasi kita, yang memiliki tanggung jawab besar sebagai pengganti generasi manusia terdahulu, untuk melakukan pekerjaan berat penyelamatan ekosistem mangrove dari kepunahan, demi kelestarian alam dan eksistensi manusia di masa depan. Kami sangat sadar, penyuluhan mangrove harus terus dilakukan di setiap generasi dan tak boleh terputus. Satu kali saja terputus, maka akan terjadi missing link generasi, yang bisa berakibat fatal bagi perkembangan informasi mangrove di masa mendatang. Dan, kami tak mau mengambil resiko buruk itu.

Terkadang, beberapa kali, sempat juga terselip rasa ketakutan kami yang sangat besar terutama setelah melihat kenyataan bahwa bayi-bayi mangrove yang telah kami tanam dengan susah payah, selalu saja ditebang oleh oknum masyarakat sekitar. Padahal, berbagai usaha pemberian contoh dan penyadaran akan pentingnya ekosistem ini bagi kehidupan manusia, rasanya tak pernah alpa selalu kami adakan. Berdirinya sebuah Arboretum Mangrove KeSEMaT yang biasa kami sebut dengan ARMaT dan undangan penyuluhan mangrove yang kami sampaikan, kiranya tak terlalu membuat masyarakat di samping tapak merasa terusik untuk datang di acara penyuluhan, apalagi mengelola ARMAT bersama-sama dengan kami. Padahal, ARMaT sudah mulai menggeliat dan tumbuh besar. Dia memerlukan banyak kasih sayang dari kami dan masyarakat Teluk Awur Jepara, untuk menjaga dan memeliharanya, demi kelangsungan hidupnya di masa mendatang.

Kami sadar, sulit memang merubah perilaku masyarakat. Apalagi, kami baru bekerja selama tujuh tahun. Menurut para GUROVE kami yang pernah kami datangi, yaitu para komunitas petani mangrove dan kelompok nelayan di pesisir pantai Semarang, Rembang, Demak dan Jepara, kesadaran masyarakat baru mulai bisa tumbuh dan berakar kuat, rata-rata setelah melewati masa sepuluh tahun. Sayangnya, kami masih tiga tahun lagi menuju batas waktu kesadaran itu. Namun, menurut hemat kami, keberadaan ARMaT yang sekarang ini telah berubah menjadi vegetasi mangrove yang lebat, seharusnya sudah bisa membuka mata masyarakat sana, untuk mulai tergerak hatinya dan melindunginya. Memang, mengajak apalagi sampai bisa sampai merubah perilaku masyarakat untuk peduli dengan mangrovenya tak seperti membalikkan telapak tangan. Namun, kami akan terus berjuang dan berusaha. Justru, segala tantangan, kesulitan dan permasalahan itu, akan kami jadikan pemicu semangat, untuk lebih profesional dan maksimal lagi, bekerja sebagai GUROVE yang keren dan cool. Tertarik bekerja sebagai GUROVE, di antara akar-akar mangrove, seperti kami?

April 4, 2008 | 10:04 AM Comments  0 comments

You must be logged in to add tags.


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169328 views
Important Disclaimer