TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Apa rahasia keberhasilan rehabilitasi mangrove di Rembang?

Setelah membaca artikel di KeSEMaTBLOG berjudul “Pak Yadi, baik-baik saja,” seorang Bapak dari Surabaya, tertarik megetahui lebih jauh mengenai kondisi mangrove di Rembang. Beliau menanyakan kepada KeSEMaT, apa rahasia dibalik keberhasilan Bapak Suyadi (lihat foto Pak Yadi (bertopi) di samping ini, pada saat menjelaskan tentang teknik pembibitan mangrove kepada KeSEMaTERS, di kebun bibit mangrovenya) sehingga kawasan mangrove miliknya dijadikan rujukan bagi masyarakat Jawa Tengah yang ingin mengelola lahan mangrove gundul menjadi kawasan mangrove yang lebat.

Untuk menjelaskan hal ini, kami menampilkan sebuah artikel tentang kondisi umum mangrove di Rembang plus tips and trick teknik penanaman dan pemeliharaan program rehabilitasi mangrove yang telah dilakukan oleh Pak Yadi sehingga berhasil menghijaukan kembali pesisir Rembang yang dulunya gundul. Berkat usahanya ini, Pak Yadi dan kelompok tani mangrovenya berhasil mendapatkan Piagam Penghargaan dari Menteri Negara Lingkungan Hidup sebagai calon penerima KALPATARU kategori Pengabdi Lingkungan di tahun 2006.

Informasi di bawah ini, ditulis langsung oleh Bapak Suyadi, selaku Ketua Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam Desa Pesisir di Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Tim KeSEMaTBLOG sedikit merevisi susunan kalimat tanpa merubah arti, agar lebih enak dibaca dan dinikmati. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Jenis mangrove
Secara umum, jenis mangrove yang ada di Rembang terdiri dari (1) Pedada (Sonneratia); (2) Api-api (Avicennia); dan (3) Bakau (Rhizophora). Selanjutnya, Bakau terdiri dari (a) Bakau Biru (Bakau Besar); (b) Bakau Putih/Tumu; dan (c) Bakau Merah/ Tanjang.

Ciri-ciri Pedada adalah pohonnya bisa tumbuh besar, berbuah seperti manggis dan berdaun bulat tebal. Sementara itu, Api-api memiliki akar yang timbul dari bawah sehingga bisa menahan endapan tanah. Buahnya kecil-kecil dan bisa dimakan. Jenis ini, sangat cocok apabila ditanam di tanah berpasir dan sepanjang tanggul tambak. Kemudian, Bakau Biru/Besar berakar tunggang dan jarang. Buahnya berwarna hijau, panjang dan besar. Panjang buahnya bisa mencapai 40 - 50 cm. Bakau jenis ini berdaun lebar dan tebal. Bakau lainnya yaitu Bakau putih. Akarnya tunggang dan memilki banyak cabang pohon. Daunnya agak putih dan berbuah pendek antara 20 - 25 cm. Bakau terakhir yang ditemukan adalah Bakau Merah/Tanjang. Bakau ini memiliki akar tunggang yang banyak, tangkai daun dan daunnya berwarna merah dan berbuah kecil-pendek sekitar 10 - 15 cm. Sebagai catatan, tanaman bakau cocok sekali ditanam di daerah abrasi, karena akarnya banyak dan kuat untuk menahan gelombang.

Teknik penanaman
1. Benih tanaman
Benih yang dapat dipakai sebagai calon bibit adalah yang sudah tua dan berkualitas baik. Buah/benih dikumpulkan dari pohon induk atau pohon yang sudah tua, berumur minimal 8 tahun. Pengumpulan benih dapat dilakukan dengan memetik buah yang sudah tua atau mengumpulkan buah yang jatuh di sekitar pohon. Kemudian, buah diseleksi untuk mendapatkan benih yang berkualitas baik. Benih yang telah dikumpulkan dan diseleksi harus cepat disemaikan atau direndam dalam air, supaya tidak cepat kering.

2. Sistem Pembibitan Cabutan
1. Bibit tanpa polibek
Benih disemaikan dahulu di tepi pantai yang berlumpur tanpa menggunakan polibek. Setelah berumur 5 - 6 bulan, bibit dipindahkan ke lapangan. Untuk daerah genangan air, bibit minimal berumur 1 tahun.

2. Bibit dengan polibek
Sistem bibit dalam polibek sangat efisien karena (a) Tidak perlu menyiram setiap hari. Pada saat air pasang, bisa tergenang sendiri. Diusahakan, bibit berada di bawah pohon mangrove. (b) Tidak perlu naungan buatan. (c) Lokasi pembibitan diusahakan yang bebas dari ombak.

Adapun benih yang belum bisa disemai di pembibitan sebaiknya diikat untuk selanjutnya direndam/dibenamkan di tepi pantai yang berlumpur. Penanaman diutamakan di tepi pantai yang belum tertanami. Untuk menambah kerapatan tanaman, sebaiknya bibit mangrove ditanam dengan jarak tanam 2 m 3 bibit, masing-masing berjarak 1 x 1 m atau ½ x ½ m. Hal ini dilakukan agar apabila ada bibit yang mati, jarak tanam tetap ideal.

Penanaman bibit mangrove menggunakan tiga cara
1. Memakai benih yang langsung ditanam/ditancapkan di pantai.
Cara menanam benih adalah miring, menurut arus ombak supaya tidak roboh.

2. Memakai bibit cabutan.
Diusahakan bibit yang masih muda, berdaun 3 - 4 pasang. Jarak antara pencabutan sampai dengan penanaman adalah 2 - 4 hari.

3. Memakai bibit dalam polibek.
Penanaman pada saat surut di siang hari (September s/d Januari).

Berdasarkan pengalaman di Rembang, bibit mangrove yang berasal dari polibek tingkat keberhasilannya akan lebih besar. Sebagai tambahan, lokasi penanaman yang tergenang air lebih baik dibuatkan parit dengan arah membujur ke arah ombak di waktu surut, supaya air tidak menggenangi lokasi penanaman yang bisa mengakibatkan kematian bibit-bibit mangrove.

Program pemeliharaan
Untuk program pemeliharaan mangrove di Rembang, meliputi penyulaman yang dilakukan di lokasi persemaian/pembibitan dan lapangan. Penyulaman dimaksudkan untuk mendapatkan jarak yang ideal. Selanjutnya, hama yang ditemukan di sepanjang kawasan mangrove di Rembang terdiri dari ganggang laut dan hewan pengganggu seperti runti/trisipan (teritip), wideng/kepiting/ketam, tikus, kambing, dan manusia.

1. Ganggang laut.
Ganggang laut banyak ditemukan di Desa Pasar Banggi, Rembang. Program pemeliharaan dilakukan sebagai langkah pemberantasan ganggang laut/sampah plastik, yang sering menempel pada tanaman muda, yang mengakibatkan tanaman patah dan rusak.

2. Runti/Trisipan (Teritip)
Teritip menyerang pangkal batang dan menempel/makan kulit bawah daun mangrove muda sehingga berlubang dan akhirnya mati.

3. Wideng
Wideng biasanya menyerang tanaman muda berumur 1 tahun. Pada saat air pasang, Wideng naik ke atas dan memangsa daun-daun dan batang bakau yang masih muda.

4. Tikus
Tikus pada saat air surut memangsa batang tanaman dan buah mangrove muda, yang mengakibatkan kematian.

5. Kambing
Kambing memangsa bibit mangrove di sepanjang tepi tanggul dan pantai yang dilaluinya.

6. Manusia
Kegiatan manusia seperti menjala ikan bisa menyebabkan tersangkut dan tercabutnya bibit mangrove. Selain itu, penjala ikan bisa menginjak biji/benih mangrove. Pengumpulan udang nener juga berpotensi untuk mencabut benih. Apalagi, apabila pencari ikan menarik jaringnya. Selain itu, perahu nelayan yang mendarat di sekitar tanaman mangrove, bisa merusak bibit mangrove karena menimbulkan ombak yang besar.

Demikian infomasi teknik rehabilitasi mangrove di Rembang yang telah berhasil dilakukan oleh Bapak Suyadi dan kelompok tani mangrovenya. Sebagai catatan, teknik rehabilitasi mangrove di Rembang ini agak sedikit berbeda dengan teknik rehabilitasi mangrove yang dilakukan oleh KeSEMaT di Jepara. Hal ini bisa terjadi karena teknik rehabilitasi mangrove memang berbeda-beda di setiap daerah, menyesuaikan dengan kondisi alam dan budaya masyarakat setempat.

April 29, 2008 | 9:04 AM Comments  0 comments

You must be logged in to add tags.


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169390 views
Important Disclaimer