TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Penanaman mangrove dengan cara tabur benih

Ada dua buah email yang masuk ke KeSEMaT yang menanyakan tentang teknik penanaman mangrove. Selain teknik penanaman langsung dan melaui persemaian, apakah masih ada lagi teknik penanaman lainnya yang umum digunakan dalam upaya rehabilitasi mangrove (?). Sebenarnya, masih ada satu teknik penanaman lagi, yang sangat praktis dan bersifat alami. Namun demikian, kiranya teknik ini hanya diperuntukkan bagi mangrove bertipe kriptovivipari yaitu tipe mangrove yang bijinya telah berkecambah ketika masih melekat pada pohon induknya, tetapi kecambahnya masih tertutup oleh kulit biji.

Selanjutnya, teknik ini juga memerlukan bantuan air pasang karena teknik penanamannya adalah dengan cara menabur berbagai benih mangrove kriptovivipari (Avicennia, Xylocarpus, Sonneratia - lihat foto buah Sonneratia sp di atas ini-, dan lain-lain) tersebut ke permukaan air, pada saat pasang datang.

Brown (2006) menjelaskan bahwa pengumpulan dan penyebaran buah dan biji mangrove secara langsung ke permukaan air dapat merangsang pertumbuhan alami mangrove. Buah atau biji yang cocok, biasanya dapat ditemui di sepanjang garis pasang tertinggi pantai. Jika arealnya kekurangan sumber bibit alami, biji bisa dikumpulkan dari tempat lain yang memiliki banyak persediaan bibit. Teknik penanamannya sederhana, yaitu pada saat air pasang memenuhi areal lahan rehabilitasi, segera taburkan bibit mangrove tersebut. Biarkan biji atau bibit mangrove tersebut menemukan tempatnya sendiri yang cocok untuk pertumbuhan mereka. Dianjurkan untuk melakukan cara ini pada berbagai tingkat ketinggian air pasang.

Seperti dijelaskan di atas bahwa teknik penanaman tabur benih ini sangat sederhana dan tak memerlukan banyak tenaga apalagi biaya. Jadi, sangatlah praktis untuk menjaga daya regenerasi mangrove (secara alami). Namun demikian, karena proses pencarian tempat yang cocok bagi benih mangrove bersifat alami, maka kelulushidupan teknik penanaman ini, belum bisa diprediksi secara tepat. Teknik ini, digunakan sebagai teknik pelengkap bagi teknik-teknik penanaman secara langsung, dengan persemaian dan penggunaan bibit mangrove yang telah tumbuh di alam. Demikian, semoga informasi ini lebih melengkapi pengetahuan kita tentang teknik-teknik penanaman mangrove. Salam MANGROVER!

April 30, 2008 | 8:04 AM Comments  0 comments

You must be logged in to add tags.


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169414 views
Important Disclaimer