TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Siap-siap. Mangrove REpLaNT (MR) 2008 akan segera digelar. Jangan sampai telat daftar lagi, ya!

Kembali, perhelatan akbar mangrove KeSEMaT, bertajuk Mangrove REpLaNT (MR) 2008: Seminar, Penyuluhan, Pelatihan dan Penanaman Mangrove akan digelar pada tanggal 18 - 20 Juli 2008. Walaupun kegiatannya masih akan dilaksanakan satu bulan lebih, namun beberapa pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di Indonesia sudah seringkali mengungkapkan rasa ketidaksabarannya untuk mengikuti MR, lagi.

Banyak email yang masuk ke KeSEMaTMAIL, yang menanyakan tentang kapan tanggal pendaftaran MR 2008 mulai dibuka (?). Beberapa diantaranya bahkan ngebet sekali untuk daftar, karena tahun kemarin (2007), telat daftar dan atau tak dapat tempat, mengingat terbatasnya kuota MR.

Terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan apresiasinya bagi program mangrove tahunan, ini. Sejak dilaksanakan dari tahun 2003, MR terbukti menyedot banyak perhatian dari beragam kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, LSM, swasta dan pemerintahan sekalipun, semuanya saling bahu membahu dan bekerja secara bersama dalam menyukseskan penyelenggaraan MR di setiap tahunnya.

Sebagai informasi, MR yang mulai dilaksanakan pertama kali pada tanggal 29 – 30 Maret 2003, terus menerus diadakan oleh KeSEMaT secara kontinyu di setiap tahunnya, yaitu 2004, 2005, 2006, 2007, dan terakhir akan kembali diselenggarakan pada 18 - 20 Juni 2008, mendatang. Sebuah kontinyuitas ini, tentu saja adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral KeSEMaT kepada mangrove yang telah banyak berperan penting dalam kehidupan manusia. Terlebih lagi, kekontinyuitasan ini juga untuk mendidik masyarakat luas agar tak pernah putus dalam berjuang merehabilitasi daerah pesisirnya yang gundul, karena usaha penanaman mangrove yang terputus, akan sangat sia-sia dan membuang waktu, tenaga plus uang, belaka. Berikut ini, rekapitulasi perjalanan MR KeSEMaT dari tahun 2003 sampai dengan 2007.

1. MR 2003. 29 – 30 Maret 2003. Peserta 120 orang. Lokasi Desa Teluk Awur, Jepara. Jenis bibit 3000 buah, terdiri dari 4 spesies. Kerjasama KeSEMaT dengan Pemda Jepara dan Wetlands International Indonesia Programme (WI-IP) Bogor.

2. MR 2004. 19 – 20 Juni 2004. Peserta 100 orang. Lokasi Desa Teluk Awur, Jepara. Jenis bibit 1500 buah, terdiri dari 5 spesies. Kerjasama KeSEMaT dengan Pemda Jepara dan donatur lokal Jepara.

3. MR 2005. 7 – 8 Mei 2005. Peserta 110 orang. Lokasi Desa Teluk Awur, Jepara. Jenis bibit 1000 buah, terdiri dari 5 spesies. Kerjasama KeSEMaT dengan Pemda Jepara dan dan donatur lokal Jepara.

4. MR 2006. 24 – 25 Juni 2006. Peserta 120 orang. Lokasi Desa Teluk Awur, Jepara. Jenis bibit 3500 buah, terdiri dari 4 spesies. Kerjasama KeSEMaT dengan Pemda Jepara Pemprov Jateng, Perhutani, Dinas-dinas dan LSM.

5. MR 2007. 29 – 30 Maret 2003. Peserta 120 orang. Lokasi Desa Teluk Awur, Jepara. Jenis bibit 3000 buah, terdiri dari 4 spesies. Kerjasama KeSEMaT dengan Pemda Jepara Pemprov Jateng, Perhutani, Dinas-dinas dan LSM.

Dari fakta di atas, terlihat bahwa setiap tahunnya, MR selalu dibanjiri oleh para peserta yang rata-rata terdiri dari para pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah. Sebenarnya, apa yang memikat, sehingga MR begitu digilai oleh “pelanggannya”?. Padahal, MR tidaklah gratis. Para peserta harus membayar sekian ribu rupiah untuk bisa mengikuti kegiatan konservasi mangrove berdurasi tiga hari, ini. Menurut survey yang telah dilakukan oleh KeSEMaT, ternyata selain kental unsur cinta mangrovenya (baca: konservasi mangrovenya), MR dicintai karena berbagai hal seperti berikut ini:

1. Meriah, karena di setiap MR pasti lebih dari 100 orang peserta yang mengikutinya.

2. Banyak pengetahuan mangrove yang didapatkan setelah mengikuti MR selama 3 hari.

3. A Lot of Fun. Walaupun padat kegiatan, para peserta dimanjakan dengan berbagai aktivitas yang tak membosankan seperti Sunset Photo Session dan Kuliner Mangrove, sehingga MR bagaikan liburan di Pantai Teluk Awur yang (sebenarnya) indah.

4. Banyak teman, banyak kenalan baru dari berbagai latar belakang keilmuan dan organisasi.

5. Seminar Nasional (SEMNAS)-nya mendatangkan praktisi yang berkualitas dan ahli dibidangnya (lihat foto di atas, pada saat SEMNAS MR 2007 tentang Nuklir dan Lingkungan yang mendatangkan tiga pembicara utama, yaitu (1) Dr. Lilo Sunaryo, LSM MAREM selaku pihak yang kontra PLTN, (2) Dr. Ferhat Aziz – BATAN sebagai pihak pro PLTN dan (3) Dr. Muhammad Nur, DEA - Praktisi Nuklir UNDIP yang bertindak sebagai penengah).

6. Door Prize. Beberapa kejutan diberikan Panitia MR kepada peserta selama MR berlangsung untuk mengakrabkan jalinan persaudaraan antara peserta dan panitia.

7. Kesempatan bertemu dan bertatap muka serta berdiskusi dengan masyarakat pesisir secara langsung, aktivis LSM, berbagai kelompok nelayan, pejabat dari dinas-dinas terkait di Semarang dan Jepara.

8. Di sesi Ramah Tamah, bisa langsung bertanya apapun mengenai mangrove, kepada Praktisi-praktisi mangrove KeSEMaT.

9. Fasilitas dan pernak-pernik MR yang menarik. Kaos, stiker, sertifikat, seminar kit, akomodasi di asrama dan fasilitas lainnya sangatlah lengkap.

Lebih dari itu, hasil dari MR juga sangat membanggakan. Sebuah lokasi tak lebih dari 1 Ha, yang dulunya tak ada mangrovenya sama sekali, kini di tahun 2008 sudah tertanami mangrove dengan lebatnya. Kelulushidupan mangrove hasil MR KeSEMaT adalah 100%. Hal ini tak lepas dari pola manajemen yang baik dan teknik pembibitan dan atau penanaman yang benar, yang telah dipraktekkan oleh KeSEMaT dan para peserta MR. Maka, sebuah penghargaan bergengsi ADHI BAKTI 2007, tak bisa dibendung lagi untuk tak diberikan kepada KeSEMaT oleh Gubernur Jawa Tengah.

Kabar baiknya lagi, konsep MR KeSEMaT ternyata mulai banyak diminati oleh organisasi dan instansi yang berniat melakukan upaya rehabilitasi mangrove di daerahnya. Mereka telah meminta kepada KeSEMaT untuk mendampingi proses restorasi lahan-lahan kritis di Demak, Semarang dan sekitar Jepara sendiri.

Selanjutnya, untuk MR 2008, KeSEMaT menetapkan akan kembali melaksanakannya di Teluk Awur Jepara, mengingat masih ada beberapa titik gersang tanpa mangrove. Titik-titik inilah yang menjadi target penanaman di MR 2008. Bagi rekan-rekan pelajar, mahasiswa dan masyarakat di seluruh Indonesia, yang tertarik mengikuti MR 2008 ini, KeSEMaT membuka kesempatan kepada Anda untuk menjadi peserta. Tunggu pembukaan pendaftarannya beberapa hari mendatang di KeSEMaTSITE dan KeSEMaTBLOG. Siap-siap. MR 2008 akan segera digelar. Jangan sampai telat daftar lagi, ya!

June 8, 2008 | 9:06 AM Comments  0 comments

You must be logged in to add tags.


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169383 views
Important Disclaimer