TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Enakkah jadi KeMANGTEER?

Sebuah email, menanyakan kepada kami tentang enak tidaknya menjadi KeMANGTEER (KeSEMaT’s Mangrove Volunteer). Kiranya, Mbak yang mengirimkan email kepada kami adalah salah seorang penikmat KeSEMaTBLOG, yang aktif membaca beberapa tulisan tentang pergerakan KeMANGTEER di http://kesemat.blogspot.com, yang menurutnya sangat menggugah sehingga mampu menginspirasinya untuk berbuat baik demi menyelamatkan mangrove. Dia tertarik menjadi KeMANGTEER namun masih ragu, enak apa tidak menjadi seorang KeMANGTEER, itu (?).

Sedikit informasi mengenai KeMANGTEER, sejatinya para KeMANGTEER bukanlah Anggota KeSEMaT resmi (baca: KeSEMaTERS). Mereka adalah sekumpulan para relawan (volunteer) di setiap kegiatan mangrove KeSEMaT, saja. Namun demikian, keberadaannya selama ini, terbukti telah banyak membantu program dan proyek mangrove yang dijalankan oleh KeSEMaT, semenjak organisasi mangrove ini didirikan tujuh tahun silam. Setiap kali KeSEMaT mengadakan kegiatan, saat itu pula para KeMANGTEER berbondong-bondong datang untuk membantu organisasi mahasiswa, ini.

Selanjutnya, tak perlu persyaratan khusus untuk menjadi KeMANGTEER. Cukup mengikuti berbagai aktivitas mangrove KeSEMaT, sebutan KeMANGTEER otomatis akan Anda sandang. Sebuah Sertifikat-Pekerjaan-Mangrove (SPM), adalah bukti bahwa Anda telah tergabung ke dalam perkumpulan mangrove yang bersifat sukarela, ini.

Karena bersifat sukarela, KeMANGTEER tak akan banyak mendapatkan fasilitas istimewa. Dalam setiap kali bekerja di mangrove, mereka hanya akan dibayar dengan T-Shirt, sertifikat (lihat foto di atas, saat KeSEMaTERS memberikan SPM kepada KeMANGTEER), stiker, makan dan minum saja. Bahkan tak jarang, biaya transportasi juga dibebankan kepada mereka. Untuk honorarium berupa uang saku, hanya terkadang saja mereka dapatkan, tergantung dari konsep dan siapa penyandang dana program/proyek mangrove yang sedang berjalan.

Sebanyak 80% program-program mangrove KeSEMaT, memang tetap terkonsep Proyek Gerakan Moral (PGM) yang tak berbayar dan tak bergaji. PGM inilah yang memang lebih kami utamakan, dengan tujuan untuk mendidik masyarakat umum agar mau dan mampu bekerja secara inisiatif tanpa pamrih, atas usahanya sendiri, dalam mengelola daerah pesisir di sekitarnya. Untuk proyek-proyek-mangrove-besar-berbayar, kiranya hanya kami lakukan dalam koridor pembantuan terhadap dinas dan departemen terkait (baca: pemerintah) yang hendak melakukan usaha rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.

Kembali ke pertanyaan Mbak di atas, kalau (kami) boleh menjawab secara singkat, tentu saja menjadi KeMANGTEER adalah tidak enak. Mengapa demikian? Karena Anda akan banyak bekerja di lapangan tanpa banyak mendapatkan fasilitas yang layak. Walaupun rentang pekerjaan mangrove yang akan Anda lakukan tak terlalu lama, namun dalam jangka waktu tak kurang dari lima hari itu, Anda akan ditempatkan di medan berat, yaitu sebuah daerah pesisir terabrasi yang penuh sampah, lumpur, kotoran, pecahan kaca, akar runcing Sonneratia, dan berbagai kondisi tak mengenakkan lainnya.

Untuk waktu bekerja sangat bervariasi. Apabila Anda mendapatkan “jatah” untuk bekerja pada siang hari, Anda harus merelakan kulit Anda terbakar matahari. Sebagai ilustrasi saja, untuk penanaman mangrove 6000 bibit misalnya, pekerjaan menancapkan ajir dan menanam bibit di lapangan akan dimulai pada pukul 9 pagi sampai dengan 6 sore. Istirahat hanya dilakukan pada saat Sholat Dhuhur dan Ashar, tiba. Pekerjaan berat lainnya, kami kira tak perlu kami jelaskan dalam tulisan ini, Anda bisa membacanya di tulisan lainnya, dalam KeSEMaTBLOG.

Namun demikian, walaupun dihadang dengan pekerjaan berat seperti itu. Para generasi muda yang tergabung dalam KeMANGTEER, kiranya tak terlalu banyak peduli. Setiap saat, setiap waktu, begitu pendaftaran KeMANGTEER dibuka, ratusan orang selalu saja siap berjibaku dengan lumpur-mangrove-kotor di pesisir, bahkan sangat berani untuk mendaftar! Berbuat baik untuk mangrove, menyelamatkan mangrove, membuktikan jiwa konservasi mereka, mendapatkan imbalan pahala dari Sang Maha Esa, mencari pengalaman dan teman baru, ingin tahu teknik menanam mangrove yang benar, mau bertemu dengan masyarakat nelayan di pesisir, mencoba mempraktekkan teori rehabilitasi mangrove di daerah terabrasi dan beberapa alasan baik lainnya telah menjadi penyebab utama “nekadnya” para generasi muda ini, menjadi seorang KeMANGTEER.

Dari tulisan singkat ini, kami kira pertanyaan, “Enak apa tidak menjadi seorang KeMANGTEER, itu?,” sudah terjawab. Sekarang, terserah Anda. Bagaimana menyikapinya. (Masih) berani jadi KeMANGTEER? Kami tunggu partisipasi Anda, ya. Salam MANGROVER!

September 2, 2008 | 11:09 AM Comments  0 comments

You must be logged in to add tags.


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169404 views
Important Disclaimer