TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Abrasi di Teluk Awur, ngeri sekali!

Dalam dua tahun ini, gerusan gelombang dahsyat yang terus menerus menerjang pesisir pantai Teluk Awur Jepara, semakin mengerikan. Tak usah terlalu berpanjang lebar mendeskripsikan bagaimana hebatnya abrasi yang ditimbulkannya, kalau Anda ingin melihat kondisi terakhir pantai Teluk Awur, coba Anda cermati empat buah foto di samping ini. Dua foto paling atas, diambil oleh KeSEMaT pada tanggal yang sama, 25 Juni 2006 (saat Mangrove REpLaNT (MR) 2006), di sore hari saat surut tiba. Selanjutnya, dua foto di bawahnya diambil oleh KeSEMaT di tanggal yang sama pula, namun dalam rentang waktu dua tahun, yaitu 11 September 2008, juga di sore hari saat air tak lagi pasang. Bisakah Anda lihat perbedaannya?

Lihatlah, pasir putih yang di 2006 masih bisa dilewati oleh para peserta MR 2006 karena masih lebar, kini di tahun 2008 tak lagi bisa dilewati karena telah hilang sekian meter, ditelan ganasnya gelombang. Di 2008, garis pantai terlihat semakin mendekati perakaran mangrove. Abrasi kurang lebih satu meter, telah menimpa pesisir pantai di Utara Jawa, ini.

Untunglah, perakaran Rhizophora yang kuat, masih bisa menghalangi gelombang sehingga laju abrasi bisa ditekan. Tertekannya laju abrasi oleh mangrove ini, menyebabkan kita masih bisa melihat keindahan garis pantai di Teluk Awur. Andai saja, dulunya KeSEMaT tidak pernah melakukan upaya rehabilitasi mangrove di kawasan ini, tak tahu lagi, sampai berapa jauh lagi, abrasi akan menggerus daratan. Sangat mungkin, abrasi akan menjangkau pemukiman padat penduduk di sekitar desa, itu.

Untuk itulah, KeSEMaT dari tahun 2001 sampai dengan sekarang ini, tak henti-hentinya melakukan upaya penanaman-kembali-mangrove untuk mengembalikan dan memulihkan kondisi ekosistem mangrove di Teluk Awur. Dan, Alhamdulillah, tanaman pesisir sebagai benteng pertama terhadap gelombang dahsyat ini, telah berhasil ditumbuhkan kembali oleh KeSEMaT, dan telah mampu pula menunjukkan fungsinya sebagai penahan laju abrasi yang sangat tinggi.

Dari fakta ini, satu pelajaran penting yang bisa diambil adalah, ada mangrove saja, abrasi masih menggila seperti ini. Bagaimana jadinya kalau KeSEMaT tidak pernah melakukan usaha penanaman mangrove di pesisir pantai yang (sebenarnya) indah, ini? Kami pikir, Anda sendiri sudah bisa menjawabnya. Ayo, terus jaga dan lestarikan mangrove, kita. Salam MANGROVER!

September 14, 2008 | 12:09 PM Comments  0 comments

You must be logged in to add tags.


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Mari Bersama...
MANGROVER, Ayo Terus...
Press Release,...
KeSEMaTER Gathering di...
KeSEMaT Hadiri Ulang...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
November 2011
December 2011
January 2012
February 2012

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Abdullah Ali Hbahbeh
Adam MacIsaac
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Dave Matthews
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Mohamed Elkashash
saevul amri
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


169392 views
Important Disclaimer