TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
KeSEMaT UNDIP - My Blog
KeSEMaT UNDIP - My Blog
Kisah KeMANGTEER di tenda-amatir

Melengkapi informasi mengenai KeSEMaT’s Mangrove Volunteer (KeMANGTEER), berikut ini adalah sebuah informasi kecil yang semoga saja bisa menggugah dan menginisiasi Anda untuk mulai memiliki sense of belonging terhadap mangrove, kita. Siang itu, suasana sedang panas-panasnya. Pukul 12.00 WIB adalah waktu yang sangat tepat bagi matahari untuk “membakar” bumi. Di sebuah pesisir pantai utara Jawa bernama Genuk, di sebuah titik dimana abrasi mendominasi, terlihat sekumpulan anak-anak muda yang tergabung dalam KeMANGTEER, menjejali Tenda Amatir (Tentir) bikinan mereka sendiri.

Lihatlah, Tentir mereka memang tak terlalu bagus pun terlalu kecil, sehingga tak mampu menampung jumlah mereka yang “besar.” Mereka berjumlah 50-an, nampak sedang berlindung dari sengatan sang matahari sembari beristirahat setelah berhasil menanam ribuan bayi-bayi mangrove.

Tingginya temperatur di akhir Juli 2008 itu, tak membuat nyali mereka ciut. Padahal, kulit mulus mereka telah terbakar matahari. Ditambah, KeSEMaT tak menyervis mereka dengan fasilitas lengkap, sebagai tanda terima kasih organisasi mangrove ini kepada mereka. Dari awal, memang KeSEMaT telah memberikan pengertian bahwa usaha penanaman mangrove dalam program Mangrove Restoration (MANGRES) 2008 ini, memiliki konsep gerakan moral. Semuanya dijalankan dengan penuh keikhlasan dan sukarela.

Jadi, KeSEMaT tak akan memberikan fasilitas apapun selain sertifkat, makan siang dan T-shirt, melainkan ditanggung secara bersama. Untuk masalah kebakaran-kulit, KeMANGTEER sendirilah yang harus menyediakan sebuah sun-block-nya sendiri-sendiri.

Di MANGRES 2008, tak ada peserta dan panitia. Kedudukan KeSEMaTERS dan KeMANGTEER adalah sama dan sejajar, yaitu Volunteer. Makanya, Tentir-pun, tak dibangun oleh KeSEMaTERS saja, tetapi juga didirikan atas inisiasi dari rekan-rekan KeMANGTEER, juga. Meleburnya KeSEMaTERS dan KeMANGTEER sebagai Volunteer, didasari atas kesadaran bersama akan tanggung jawabnya terhadap alam pesisirnya yang seakan tak pernah berhenti dijahili.

Tak ingin terlalu memanjakan diri mereka dengan “Tenda Profesional” (Tenprof) yang besar dan bagus, sebuah Tentir kiranya sudah lebih dari cukup bagi mereka. Toh, dalam kenyataannya, bayi-bayi mangrove yang telah mereka tanam, bahkan lebih menderita lagi. Jangankan Tenprof, Tentir-pun tak pernah sekalipun melindungi tubuh kecil bayi-mangrove dari ganasnya sengatan sang bola api. Jadi, mengapa juga mereka harus takut kepanasan? “Malu, ah. Sama bayi-bayi mangrove kami,” begitu kata mereka. Salam MANGROVER!

September 16, 2008 | 10:09 AM Comments  0 comments

You must be logged in to add tags.


KeSEMaT's Profile

KeSEMaT's Friends


Latest Posts
Kesibukan KeSEMaTERS...
Sikap Apriori Terhadap...
Lagi, Dua KeSEMaTERS...
Dua Pendekatan Proyek...
KeSEMaT...

Monthly Archive
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009

Change Language


Tags Archive
belajarmangrove beritaterbarukesemat ceritamangrovekesemat cerpenmangrove jualanmangrove kesematinformationcenter mangrovearticle tanyajawabmangrove

Filter By Type
Travel
Topics

Friends
Ab Ali Hb.
Anita
Bhattarai Ganga
Bhuwan
Christopher Walter
Damian Profeta
Diogo Andre
GSimon
harya
Michael Furdyk
Shakti

Links
KeSEMaTPORTAL


40139 views
Important Disclaimer